Proposal tersebut menekankan pentingnya sektor pendidikan dalam menghadapi tantangan kemajuan sains dan teknologi.
Prabowo menulis, “Ide ini lahir dari dorongan untuk berkontribusi dalam pembangunan kemerdekaan. Semakin bertambah usia kemerdekaan, semakin berat tantangan yang akan dihadapi. Oleh karena itu, pembangunan bangsa harus didukung melalui pendidikan yang memadai.”
Proposal ini juga menyoroti potensi unggul yang dimiliki bangsa Indonesia dan mengungkapkan keprihatinan jika potensi tersebut tidak diberi kesempatan pendidikan yang sesuai.
Dirgayuza menjelaskan bahwa inisial PS dan BS dalam proposal merujuk pada Prabowo Subianto dan Boyke Setiawan.
Dirgayuza, yang dikenal sebagai editor beberapa buku Prabowo, menambahkan bahwa ayahnya, seorang purnawirawan TNI dan pendiri UKRI, telah menjadi orang kepercayaan Prabowo dalam berbagai usaha, termasuk dalam bidang rekreasi olahraga Polo Club.***