Insiden ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana perundungan bisa mengancam keselamatan dan kesejahteraan anak-anak di lingkungan sekolah.
Kekerasan di Sekolah SMP di Gowa
Di Gowa, Sulawesi Selatan, perundungan terjadi terhadap seorang siswa SMP pada 29 September 2024. Korban dipukuli hingga pingsan oleh teman-temannya.
Mirisnya, pihak sekolah menilai kejadian tersebut sebagai perkelahian biasa, dan keluarga korban diminta untuk menandatangani perjanjian damai.
Namun, keluarga tidak sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi hingga sebuah video perundungan tersebut beredar di media sosial.
Kasus ini menuai kemarahan netizen, yang mempertanyakan tindakan sekolah dalam menangani perundungan yang jelas membahayakan keselamatan siswa.
Kejadian ini menjadi peringatan bahwa transparansi dan penanganan tepat dari pihak sekolah sangat diperlukan untuk melindungi siswa dari perilaku kekerasan.
Aksi Perundungan di SMP Makassar
Pada 14 Juni 2024, sebuah video memperlihatkan aksi perundungan terhadap siswa penyandang disabilitas di sebuah SMP di Makassar, Sulawesi Utara.
Dalam video tersebut, korban mengalami kekerasan fisik dan verbal oleh kakak kelasnya, termasuk hinaan terhadap keterbatasan fisik yang dimilikinya.
Kejadian ini memicu reaksi keras dari publik, yang mengecam tindakan tidak manusiawi tersebut.
Kasus ini menggambarkan betapa rentannya anak-anak dengan kebutuhan khusus terhadap perundungan di sekolah.