nasional

79 WNI Berhasil Dievakuasi dari Lebanon, Begini Situasi Terkini di Beirut Usai Serangan Udara Israel

Minggu, 13 Oktober 2024 | 08:32 WIB
Potret Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi saat menggelar konferensi pers terkait WNI yang dievakuasi dari Lebanon, pada Jumat, 11 Oktober 2024. (Dokumen HO BPMI Sekretariat Wakil Presiden)

Situasi di Lebanon semakin memburuk akibat serangan udara Israel yang melanda pusat Kota Beirut.

Menurut laporan dari Independent UK, serangan udara yang dilakukan oleh Israel pada Kamis, 10 Oktober 2024, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai lebih dari 100 orang.

Serangan pertama menargetkan sebuah blok apartemen di daerah Ras al-Naba, sementara serangan kedua menghantam wilayah Burj Abi Haidar, meruntuhkan bangunan dan memicu kebakaran besar.

Baca Juga: Daftar Peringatan Nasional dan Internasional Bulan Oktober 2024, Deretan Momen Bersejarah dari Indonesia hingga Dunia

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa korban tewas dan cedera terus bertambah seiring dengan upaya penyelamatan.

PBB menuduh Israel sengaja menargetkan gedung-gedung di pusat kota untuk mengecoh menara pengawas udara di Lebanon Selatan.

Tewasnya Komandan Hizbullah

Di tempat lain, militer Israel (IDF) mengklaim telah membunuh seorang komandan Hizbullah, Araeb el Shoga, di Meiss El Jabal, Lebanon Selatan.

Menurut IDF, Shoga bertanggung jawab atas beberapa serangan rudal anti-tank terhadap wilayah Israel Utara.

Baca Juga: Gibran Tinjau Uji Coba Makan Siang Gratis di SMAN 70 Jakarta, Ini Fakta Menarik Sekolah Favorit Artis dan Selebgram

IDF juga menyatakan bahwa serangan udara di pusat Kota Beirut bertujuan untuk menghancurkan lokasi penyimpanan senjata milik Hizbullah.

Mereka menambahkan bahwa setelah serangan, terdeteksi beberapa ledakan yang menandakan adanya persediaan senjata di wilayah tersebut.

Konflik ini terus memanas, dengan kedua belah pihak saling melancarkan serangan yang mengancam keamanan warga sipil di wilayah tersebut. ***

Halaman:

Tags

Terkini