Situasi di Lebanon semakin memburuk akibat serangan udara Israel yang melanda pusat Kota Beirut.
Menurut laporan dari Independent UK, serangan udara yang dilakukan oleh Israel pada Kamis, 10 Oktober 2024, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai lebih dari 100 orang.
Serangan pertama menargetkan sebuah blok apartemen di daerah Ras al-Naba, sementara serangan kedua menghantam wilayah Burj Abi Haidar, meruntuhkan bangunan dan memicu kebakaran besar.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa korban tewas dan cedera terus bertambah seiring dengan upaya penyelamatan.
PBB menuduh Israel sengaja menargetkan gedung-gedung di pusat kota untuk mengecoh menara pengawas udara di Lebanon Selatan.
Tewasnya Komandan Hizbullah
Di tempat lain, militer Israel (IDF) mengklaim telah membunuh seorang komandan Hizbullah, Araeb el Shoga, di Meiss El Jabal, Lebanon Selatan.
Menurut IDF, Shoga bertanggung jawab atas beberapa serangan rudal anti-tank terhadap wilayah Israel Utara.
IDF juga menyatakan bahwa serangan udara di pusat Kota Beirut bertujuan untuk menghancurkan lokasi penyimpanan senjata milik Hizbullah.
Mereka menambahkan bahwa setelah serangan, terdeteksi beberapa ledakan yang menandakan adanya persediaan senjata di wilayah tersebut.
Konflik ini terus memanas, dengan kedua belah pihak saling melancarkan serangan yang mengancam keamanan warga sipil di wilayah tersebut. ***