Kabinet ini berakhir pada 28 Maret 1966, tak lama sebelum Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto.
Sebelum Kabinet Dwikora II, Soekarno juga membentuk beberapa kabinet lainnya yang memiliki anggota di atas 50 orang.
Contohnya, Kabinet Kerja III yang dibentuk pada 6 Maret 1962, memiliki 60 anggota, dan Kabinet Kerja IV pada 13 November 1963, beranggotakan 66 orang.
Namun, Kabinet Dwikora I dan II-lah yang mencatatkan jumlah terbesar dalam sejarah pemerintahan Indonesia.
Kabinet Dwikora I berisi 110 anggota, sedangkan Dwikora II mencapai 132 anggota, menjadikannya kabinet terbesar sepanjang sejarah negeri ini.
Perbandingan Kabinet Prabowo dan Soekarno
Dengan jumlah 53 anggota di Kabinet Merah Putih, Prabowo mengikuti jejak Soekarno yang juga pernah memimpin kabinet besar.
Namun, dibandingkan dengan kabinet Soekarno yang mencapai lebih dari 100 anggota, kabinet Prabowo masih tergolong lebih ramping.
Kabinet besar seperti ini kerap dipandang sebagai cara untuk merangkul banyak pihak dan menjaga stabilitas politik.
Pada era Soekarno, kabinet besar berfungsi sebagai alat politik dalam menghadapi tantangan-tantangan Demokrasi Terpimpin.
Sementara itu, Kabinet Merah Putih Prabowo diyakini mencerminkan keberagaman partai koalisi yang mendukung pemerintahannya.
Masa depan kabinet ini akan menjadi perhatian, apakah strategi Prabowo dengan kabinet yang cukup besar akan mampu mengakomodasi kepentingan politik dan ekonomi bangsa, sebagaimana yang diharapkan.