nasional

10 Kondisi IGD yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan dan Panduan Pemanfaatannya di Rumah Sakit

Jumat, 3 Januari 2025 | 09:30 WIB
Ilustrasi daftar 10 kasus IGD yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan dan panduan lengkap cara penggunaannya di rumah sakit saat darurat. (Instagram.com/@bpjskesehatan)

 

Mediaprinagan.com - BPJS Kesehatan adalah program nasional yang bertujuan untuk menyediakan akses layanan kesehatan dengan biaya terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Melalui program BPJS Kesehatan ini, peserta dapat memanfaatkan berbagai layanan medis di fasilitas kesehatan, mulai dari klinik hingga rumah sakit.

Sebagian besar biaya pengobatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga memberikan perlindungan kesehatan yang lebih luas.

Baca Juga: Diskon Listrik PLN 50 Persen Mulai Berlaku! Ini Cara Mendapatkan dan Batas Maksimal Pembeliannya

Namun, ada beberapa kondisi tertentu, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang tidak termasuk dalam cakupan layanan BPJS Kesehatan.

Hal ini menjadi penting untuk dipahami agar peserta tidak mengalami kesalahpahaman terkait hak dan kewajiban dalam penggunaan fasilitas BPJS.

Untuk itu, berikut adalah daftar 10 kondisi yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, terutama dalam layanan darurat:

Baca Juga: Kapal Pesiar Hyundai Cruise Kena Sanksi! Ini Cara Korsel Menghormati Korban Kecelakaan Pesawat Jeju Air

Kasus yang Tidak Ditanggung BPJS di IGD

1. Cedera atau penyakit akibat kecelakaan kerja yang seharusnya ditanggung oleh program jaminan kecelakaan kerja atau pemberi kerja.

2. Kecelakaan lalu lintas yang telah dijamin oleh asuransi wajib hingga batas tanggungan sesuai kelas rawat.

3. Perawatan gigi non-medis, seperti pemasangan behel, tidak termasuk cakupan BPJS.

Namun, prosedur seperti tambal gigi berlubang atau pencabutan gigi tanpa komplikasi tetap dapat dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini