nasional

BTN Akuisisi Bank Victoria Syariah: Langkah Strategis Menuju Bank Umum Syariah Baru yang Kompetitif

Selasa, 21 Januari 2025 | 08:03 WIB
BTN resmi akuisisi Bank Victoria Syariah, langkah strategis untuk memperkuat sektor perbankan syariah di Indonesia. (Dok. BTN)

Nixon menambahkan bahwa akuisisi bank syariah dan penggabungannya dengan BTN Syariah dianggap lebih sederhana dan efisien.

Hal ini juga sesuai dengan ketentuan hukum yang mewajibkan bank konvensional untuk memisahkan unit usaha syariahnya sebelum 2026.

Baca Juga: Muhammadiyah Setuju Libur Sekolah Selama Ramadan, Momentum Perkuat Akhlak dan Pendidikan Karakter Siswa

Landasan Hukum dan Potensi Pertumbuhan

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah serta aturan terkait, seperti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 dan POJK Nomor 12 Tahun 2023, pemisahan UUS diwajibkan apabila asetnya mencapai 50% dari total aset induk atau minimal Rp50 triliun.

BTN Syariah telah memenuhi kriteria tersebut dengan mencatatkan aset sebesar Rp58 triliun pada kuartal III-2024, tumbuh 19,2% secara year-on-year (yoy).
Proyeksi BTN menunjukkan bahwa aset BTN Syariah setelah menjadi BUS diperkirakan mencapai Rp66 triliun hingga Rp67 triliun.

Di sisi lain, BVIS dinilai sebagai mitra yang ideal karena memiliki ukuran aset yang memadai dan potensi bisnis yang terus bertumbuh. Per kuartal III-2024, BVIS mencatat aset senilai Rp3,32 triliun, meningkat 8,02% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Istana Kepresidenan Sebut Usulan DPD Soal Zakat untuk Danai Program Makan Bergizi Gratis Tidak Tepat, Memalukan!

Tahapan Selanjutnya

Setelah penandatanganan CSPA, BTN akan melanjutkan tahapan berikutnya, termasuk memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BTN dan BVIS, serta persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pengambilalihan ini.

Nixon optimistis bahwa proses akuisisi ini dapat selesai sebelum semester pertama 2025 berakhir sehingga BTN Syariah dapat segera melakukan spin-off menjadi bank umum syariah.

“Berdasarkan timeline yang telah kami rancang, BTN Syariah diharapkan dapat beroperasi sebagai BUS pada tahun ini,” tegas Nixon.

Selama proses ini berlangsung, BTN memastikan bahwa operasional BTN Syariah tidak akan terganggu. Kegiatan bisnis tetap berjalan normal hingga transformasi legal dan formal menjadi bank umum syariah selesai.***

Halaman:

Tags

Terkini