nasional

Kena Efisiensi Prabowo, Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Siang Gratis Tetap Jalan meski Anggaran Dipangkas

Jumat, 14 Februari 2025 | 15:09 WIB
Kepala BGN ungkap anggaran BGN dipotong usai Presiden Prabowo berkunjung ke kantor. (Instagram/badangizinasional.ri)

“Ketika kunjungan Pak Presiden ke kantor BGN, kemudian beliau menyampaikan kalau bisa pinjam pakai, pinjam pakai saja,” kata Dadan menirukan instruksi dari Presiden Prabowo.

“Jadi ada ke anggaran yang bisa diefisienkan terkait dengan pengadaan lahan,” imbuhnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Adalah Kewajiban Pemerintah, Bukan untuk Cari Nama

“Yang kena ya pengadaan di pengadaan lahan, yang bisa menggunakan lahan-lahan pemda, lahan instansi lain, kementerian lain, BUMN dan lain-lain bisa pinjam pakai,” jelas Dadan.

Dadan mengungkapkan jika keputusan tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo yang mendorong penggunaan pinjam-pakai lahan.

Hal itu juga senada dengan instruksi Presiden di mana kementerian dan lembaga melakukan efisiensi anggaran.

Dalam kesempatan itu, Dadan juga menjelaskan tentang kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pelaksanaan MBG.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Kritik Siswa Soal Menu MBG, Prabowo Subianto Janji Rampungkan Program Makan Bergizi Gratis Akhir 2025

“Kita butuh 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, yang sekarang kan baru ada 246, nanti akan meningkat ke 700,” imbuhnya.

Target Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Untuk pelaksanaan MBG, target periode pertama MBG dimulai Januari hingga April 2025 dengan target 3 juta penerima manfaat.

Untuk periode kedua, target penerima manfaat adalah 6 juta yang akan berlangsung dari April hingga Agustus 2025.

Baca Juga: Istana Kepresidenan Sebut Usulan DPD Soal Zakat untuk Danai Program Makan Bergizi Gratis Tidak Tepat, Memalukan!

Kemudian sampai akhir tahun, target penerima manfaat sejumlah 15 juta orang dengan anggaran yang dimiliki Badan Gizi Nasional senilai Rp71 Triliun sebelum terkena pemotongan anggaran.

Wacana tambahan anggaran Rp100 Triliun sempat muncul ketika Presiden Prabowo memberikan instruksi baru untuk mencapai target 89 juta penerima manfaat dan BGN membutuhkan tambahan anggaran.

Halaman:

Tags

Terkini