nasional

Stafsus Makin ‘Gemuk’ di Tengah Efisiensi Anggaran, Kebijakan Pemerintah Prabowo-Gibran Jadi Sorotan! Ini Dampaknya

Sabtu, 15 Februari 2025 | 06:16 WIB
Beberapa figur publik yang baru-baru ini diangkat sebagai stafsus, menjadikan kabinet ‘gemuk’ di tengah adanya efisiensi anggaran. Bagaimana faktanya?  (Kolase Instagram.com/@ralineshah/@mastercorbuzier)

- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalami pemotongan Rp 81 triliun, mengancam kelanjutan proyek-proyek infrastruktur strategis.

- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkena pemotongan Rp 22,5 triliun, memaksa pengurangan program riset hingga 20%.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan IKN Tak Akan Mangkrak Meski Ada Efisiensi Anggaran: Proyek Jangka Panjang yang Sudah Sesuai Rencana

Pemangkasan ini memicu berbagai strategi penghematan, seperti pembatasan perjalanan dinas, pemangkasan acara seremonial, dan penerapan rapat daring.

Dampak Pemangkasan Anggaran

1. Sektor Infrastruktur

Pemotongan anggaran di Kementerian PU yang mencapai 80% dari total pagu berisiko menghentikan proyek-proyek strategis, seperti pembangunan 14 bendungan baru dan perbaikan irigasi di 38.550 hektare.

Sektor konstruksi juga terancam mengalami krisis dengan potensi PHK massal.

Baca Juga: Anggaran IKN Dipangkas Drastis, Benarkah Proyek Dihentikan? Ini Penjelasan Menteri Sri Mulyani dan Langkah Pemerintah

2. Sektor Pendidikan dan Riset

Pemotongan Rp22,5 triliun di Kemendikbudristek menyebabkan pengurangan anggaran riset hingga 20%.

BRIN bahkan memangkas anggaran riset sebesar 35,52%, menghentikan survei nasional, serta tidak bisa melanjutkan langganan data satelit.

3. Sektor Transportasi dan Layanan Publik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus memangkas subsidi transportasi umum setelah anggarannya dipotong Rp17,87 triliun, yang berdampak langsung pada masyarakat kelas menengah ke bawah.

Baca Juga: Istana Bantah Isu Pemangkasan 50 Persen Anggaran BMKG, Sebut Mitigasi Bencana Tetap Jadi Prioritas Layanan Publik

Halaman:

Tags

Terkini