nasional

Mentan Peringatkan Pengusaha Curang Ubah Beras Medium Jadi Premium, Jika Tak Berhenti, Kami Periksa Seluruh Indonesia

Kamis, 27 Maret 2025 | 03:02 WIB
Foto ilustrasi beras - Peringatan tegas Menteri Pertanian pada pelaku usaha yang mencurangi beras medium menjadi premium. (Freepik/jcomp)

Mediapriangan.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan adanya praktik curang penjualan beras di masyarakat.

Pasalnya, rakyat dibohongi dengan beras yang dilabeli premium ternyata berisi beras medium.

Sehingga rakyat yang telah mengeluarkan uang lebih banyak untuk berharap mendapat beras kualitas baik, menjadi dirugikan.

Baca Juga: Pengusaha Curang Ubah Beras Medium Jadi Premium, Mentan Geram Sebut Praktik Ilegal Ini Merugikan Rakyat Indonesia

Temuan ini sudah dicek oleh pemerintah dengan mengambil sampel beras premium dan hasilnya terbukti beras medium.

“Kami ke beberapa tempat, kami sudah ambil sampelnya, kami cek, ternyata isinya medium, tapi tulisnya premium,” kata Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Rabu, 26 Maret 2025.

Amran lantas memberikan peringatan tegas agar praktik curang tersebut dihentikan dan pemerintah akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi beras di seluruh wilayah.

Baca Juga: Kematian Jurnalis Juwita di Banjarbaru Dipenuhi Kejanggalan, Warga Sekitar Curiga Tak Ada Tanda Kecelakaan

“Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan menjadi premium, isinya medium, tapi tulisnya premium karena kami sebentar lagi akan cek seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Amran juga menyinggung modus curang repacker minyak goreng Minyakita yang sempat ramai beberapa waktu lalu.

Amran mengatakan jika ini masih menjadi peringatan awal agar pelaku usaha yang curah untuk berhenti.

Baca Juga: PWI dan AJI Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Jurnalis Juwita Asal Banjarbaru, Siapkan Pengacara untuk Kawal Kasus

“Saya katakan, saya sampaikan seperti minyak goreng kemarin, kita sampaikan dulu kalau tidak berubah, kami akan cek seluruh Indonesia,” tegasnya.

“Itu merugikan masyarakat, merugikan rakyat Indonesia,” tambahnya.***

Halaman:

Tags

Terkini