nasional

Menuai Pro-Kontra di Tanah Air, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Justru Dilirik Pemimpin Dunia untuk Dijadikan Contoh

Kamis, 27 Maret 2025 | 05:54 WIB
Presiden Prabowo saat Meninjau Pelaksanaan MBG di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya. (Instagram.com/presidenrepublikindonesia)

Mediapriangan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat perhatian dari berbagai pemimpin dunia.

Mereka bahkan menyatakan minat untuk mempelajari pelaksanaan program tersebut di Indonesia.

"Apa pun yang terjadi, ini suatu prestasi yang luar biasa. Saya terima surat-surat dari pimpinan-pimpinan dunia. Mereka bahkan mau belajar dari kita," kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip pada Minggu 23 Maret 2025.

Baca Juga: Korlantas Optimistis Macet Mudik Lebaran 2025 Bisa Diatasi, Salah Satunya dengan Aturan WFA Lebih Awal bagi ASN

Prabowo menjelaskan bahwa banyak pemimpin dunia yang datang ke Indonesia untuk mempelajari lebih dalam tentang program ini.

Padahal, Indonesia masih terbilang sebagai negara pemula dalam pelaksanaan MBG secara nasional.

Namun, program ini dianggap sebagai salah satu yang paling serius dan memiliki skala terbesar dalam menjangkau 38 provinsi.

Baca Juga: Belum Bisa Diprediksi, Korlantas Polri Siapkan One Way Nasional Jika Kondisi Jalan Saat Mudik Terpantau Seperti Ini

"Mereka bilang salah satu yang mereka ingin belajar dari kita adalah makan bergizi. Padahal kita baru mulai,” tambahnya.

Mereka menganggap bahwa kita salah satu yang paling serius. Dan paling besar usaha kita menangani ini," ujar Prabowo.

Sebagai informasi, dalam waktu tiga bulan setelah diluncurkan, program MBG telah menjangkau 38 provinsi dengan 3 juta penerima manfaat.

Baca Juga: Diungkap CIO Danantara Pandu Patria Sjahrir, Begini Visi Prabowo untuk Masa Depan Indonesia Melalui Danantara

Namun, Prabowo mengaku bahwa masih ada anak-anak yang belum menerima manfaat dari program ini, dan hal itu mengusik hatinya.

"Hanya masalahnya kalau saya datang ke suatu desa atau suatu tempat, orang tuanya yang nanya, 'Pak kami di sini belum terima makan bergizi'. Jadi ini sesuatu yang mengusik hati saya.

Halaman:

Tags

Terkini