Menuai Pro-Kontra di Tanah Air, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Justru Dilirik Pemimpin Dunia untuk Dijadikan Contoh

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 27 Maret 2025 | 05:54 WIB
Presiden Prabowo saat Meninjau Pelaksanaan MBG di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya.  (Instagram.com/presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo saat Meninjau Pelaksanaan MBG di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya. (Instagram.com/presidenrepublikindonesia)

Mereka dengar di desa sebelah sudah (terima MBG), dia dengar di sekolah sebelah sudah, dia belum bisa," kata Prabowo.

Baca Juga: Disinggung Soal ‘Keponakan Luhut,’ Pandu Sjahrir Ungkap sang Paman Tak Tahu Dirinya Ditunjuk Prabowo Jadi CIO Danantara

Untuk mempercepat jangkauan program ini, Presiden meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan jajarannya agar mencari cara yang lebih inovatif.

"Saya minta ya Kepala BGN dengan semua jajaran berpikir inovatif, kreatif. Bagaimana kalau bisa kita percepat? Apa pakai sistem hibrida atau bagaimana? Karena kasian, rakyat kita sangat membutuhkan dan mengharapkan," ujar Prabowo.

MBG dirancang untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dan diperkirakan akan menelan anggaran Rp1,2 triliun per hari.

Baca Juga: Pandu Sjahrir Sjahrir Ungkap Ditunjuk Langsung oleh Prabowo sebagai CIO Danantara, Rekam Jejak Jadi Faktor Pertimbangan

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, BGN telah menerima anggaran Rp71 triliun dan kemungkinan akan mendapatkan tambahan Rp100 triliun pada September 2025.

"Tapi kalau sudah jalan di tahun 2026 di 30.000 satuan pelayanan mencakup 82,9 juta penerima, maka anggaran kami yang kita butuhkan antara Rp 360 triliun sampai Rp400 triliun per tahun," ujar Dadan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Sabtu 22 Maret 2025.

Saat ini, sudah ada 1.050 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi melalui kemitraan dengan UMKM.

Baca Juga: Terungkap! Beras Medium Dilabeli dan Dijual Sebagai Premium, Begini Cara Mudah Membedakannya Agar Tak Tertipu

Menindaklanjuti instruksi Presiden, BGN akan membangun 1.542 SPPG tambahan melalui anggaran APBN untuk mempercepat pemerataan program.

Dadan juga menegaskan bahwa pembangunan SPPG akan difokuskan di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

"Karena memang untuk mencapai daerah tersebut perlu menggunakan intervensi pemerintah melalui APBN," jelasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X