nasional

Grup Fantasi Sedarah di Facebook Bikin Geger, DPR Desak Polisi Ungkap Dalang Penyimpangan Seksual Ini

Sabtu, 17 Mei 2025 | 12:07 WIB
Foto Ilustrasi - Viral konten penyimpangan seksual di grup Facebook dengan nama Fantasi Sedarah. (Freepik/ijeab)

Mediapriangan.com - Anggota Komisi III RI dari Fraksi PKB, Abdullah, menyuarakan kemarahannya atas kemunculan grup Facebook bernama Fantasi Sedarah yang belakangan viral karena memuat konten penyimpangan seksual bertema inses.

Melihat fenomena ini, Abdullah meminta Kepolisian bertindak cepat dan tegas untuk menelusuri serta menangkap pelaku di balik grup tersebut.

"Mereka betul-betul sangat keterlaluan. Tidak bermoral. Orang-orang yang rusak akal dan moralnya. Mereka harus ditindak tegas," ujarnya kepada wartawan pada Jumat 16 Mei 2025.

Baca Juga: Sah Secara Hukum! Formasi KotaK Bersama Cella, Tantri, dan Chua Menang di Pengadilan Tinggi Yogyakarta

Grup yang mencuat ke publik karena membahas hubungan seksual sedarah itu ternyata telah diikuti lebih dari 32.000 anggota, angka yang membuat Abdullah geleng-geleng kepala.

Ia menyebut keberadaan grup ini sebagai bentuk penyimpangan berat yang mencederai akal sehat dan nilai-nilai moral.

"Saya tidak habis pikir, bagaimana ada grup semacam itu di medsos. Parahnya lagi, pengikutnya sangat banyak. Padahal itu jelas-jelas menyimpang," tegasnya lagi.

Baca Juga: Ramai Siswa ke Barak TNI, KPAI Soroti Program Dedi Mulyadi Tak Miliki Standar Baku dan Pengajaran Tak Seragam

Menurut legislator dari Dapil Jawa Tengah VI ini, keberadaan grup semacam itu bukan hanya mencoreng nilai sosial, tetapi juga berpotensi memicu kekerasan seksual, terutama terhadap perempuan dan anak-anak.

Lebih miris lagi, ia mengungkap bahwa salah satu unggahan dalam grup tersebut menampilkan foto anak kecil milik salah satu anggota, dengan narasi yang mengarah pada praktik inses.

"Ini kan gila. Orang tua yang gila itu. Maka, saya katakan, grup medsos semacam itu sangat berbahaya. Ini tidak boleh dibiarkan," katanya dengan nada geram.

Baca Juga: KPAI Soroti Program Barak TNI, 6,7% Siswa Mengaku Tak Paham Alasan Dikirim oleh Gubernur Dedi Mulyadi

Abdullah pun mendorong aparat penegak hukum untuk segera bertindak.

Ia meminta agar pihak Kepolisian memburu dan memproses hukum siapa pun yang berada di balik grup menyimpang tersebut, mulai dari admin hingga para anggotanya.

Halaman:

Tags

Terkini