Mediapriangan.com - Menjelang puncak penyelenggaraan ibadah haji 2025, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali mengingatkan para jemaah asal Indonesia untuk mewaspadai potensi cuaca panas ekstrem di Makkah.
Diperkirakan suhu udara selama masa puncak haji, yang berlangsung antara 4 hingga 9 Juni 2025, bisa mencapai 45 hingga 50 derajat celcius.
Kondisi cuaca dinilai dapat membahayakan kesehatan para jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, menyarankan agar para jemaah mulai membatasi aktivitas fisik berat, seperti melakukan umrah sunah berulang dan ziarah ke luar kota.
Menurutnya, menghemat energi jauh lebih penting dalam menghadapi puncak haji, terutama wukuf di Arafah.
“Masih ada waktu sekitar dua pekan, gunakan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Jangan terlalu banyak menguras tenaga,” ujar Fauzin dalam konferensi pers yang digelar Kamis, 22 Mei 2025.
Sebagai alternatif kegiatan, Fauzin mendorong para jemaah untuk memperdalam pemahaman melalui bimbingan manasik haji yang rutin diadakan di penginapan masing-masing.
Fauzin menyebutkan, pembekalan ini sangat krusial agar para jemaah bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan benar.
“Yang lebih utama adalah menjaga kebugaran tubuh agar bisa melaksanakan wukuf dan ritual penting lainnya dengan maksimal,” tambahnya.
Fauzin juga mengimbau agar jemaah tidak memaksakan diri untuk terus-menerus menjalankan salat wajib di Masjidil Haram. Menurutnya, menjaga kesehatan jauh lebih utama dalam kondisi cuaca ekstrem.