nasional

Peringatan Kemenag Soal Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Haji, Jemaah Diminta Hemat Energi dan Kurangi Umrah Sunah

Jumat, 23 Mei 2025 | 07:15 WIB
Foto ilustrasi jemaah haji / umrah di depan Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. (Unsplash/tashakhalid)

 

Mediapriangan.com - Menjelang puncak penyelenggaraan ibadah haji 2025, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali mengingatkan para jemaah asal Indonesia untuk mewaspadai potensi cuaca panas ekstrem di Makkah.

Diperkirakan suhu udara selama masa puncak haji, yang berlangsung antara 4 hingga 9 Juni 2025, bisa mencapai 45 hingga 50 derajat celcius.

Kondisi cuaca dinilai dapat membahayakan kesehatan para jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Baca Juga: Wafat Saat Menunaikan Ibadah Haji? Ini Janji Pemerintah untuk Fasilitasi Badal Haji Jemaah Indonesia di Arab Saudi

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, menyarankan agar para jemaah mulai membatasi aktivitas fisik berat, seperti melakukan umrah sunah berulang dan ziarah ke luar kota.

Menurutnya, menghemat energi jauh lebih penting dalam menghadapi puncak haji, terutama wukuf di Arafah.

“Masih ada waktu sekitar dua pekan, gunakan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Jangan terlalu banyak menguras tenaga,” ujar Fauzin dalam konferensi pers yang digelar Kamis, 22 Mei 2025.

Baca Juga: 31 Jemaah Calon Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi, Kemenag Pastikan Badal Haji dan Asuransi Tetap Terpenuhi

Sebagai alternatif kegiatan, Fauzin mendorong para jemaah untuk memperdalam pemahaman melalui bimbingan manasik haji yang rutin diadakan di penginapan masing-masing.

Fauzin menyebutkan, pembekalan ini sangat krusial agar para jemaah bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan benar.

“Yang lebih utama adalah menjaga kebugaran tubuh agar bisa melaksanakan wukuf dan ritual penting lainnya dengan maksimal,” tambahnya.

Baca Juga: 323 Kloter Telah Tiba di Arab Saudi, Kedatangan Jemaah Calon Haji Indonesia Masih Berlangsung hingga 31 Mei 2025

Fauzin juga mengimbau agar jemaah tidak memaksakan diri untuk terus-menerus menjalankan salat wajib di Masjidil Haram. Menurutnya, menjaga kesehatan jauh lebih utama dalam kondisi cuaca ekstrem.

Halaman:

Tags

Terkini