Terungkap! Ini Alasan Arab Saudi Lebih Waspada Terhadap Jemaah Haji Indonesia Menurut Kemenag dan DPR RI

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 21 Mei 2025 | 13:07 WIB
Foto ilustrasi jemaah di dalam Masjidil Haram.   (Unsplash/hardiman hardiman)
Foto ilustrasi jemaah di dalam Masjidil Haram. (Unsplash/hardiman hardiman)

 

Mediapriangan.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengungkapkan penyebab utama di balik semakin ketatnya pengawasan yang diberlakukan terhadap jemaah calon haji asal Indonesia oleh aparat keamanan Arab Saudi.

Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi VIII DPR RI dan Kemenag yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 19 Mei 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, menjelaskan bahwa pihak Arab Saudi memperketat pengawasan karena meningkatnya kasus jemaah Indonesia yang datang menggunakan visa tidak resmi, khususnya visa ziarah.

Baca Juga: Jemaah Calon Haji Bisa Terpisah Rombongan karena Beda Syarikah, Gunakan Tanda Khusus demi Kemudahan Identifikasi

“Banyak kasus penangkapan jemaah yang masuk menggunakan visa ziarah, bukan visa haji. Ini terjadi di beberapa titik, termasuk Madinah dan bandara,” ujar Hilman.

Ia menambahkan bahwa karena banyaknya temuan ini, otoritas Arab Saudi menjadi lebih selektif terhadap jemaah asal Indonesia.

“Pihak keamanan mereka kini lebih berhati-hati, karena jumlah warga Indonesia yang datang sangat besar dan sebagian tidak melalui prosedur resmi,” lanjutnya.

Baca Juga: Jemaah Calon Haji Gelombang 2 Tiba di Jeddah, Petugas Imbau Ihram Dipakai dari Indonesia karena Tak Ada Waktu Berganti

Menurut Hilman, langkah Kemenag yang memperketat proses keberangkatan jemaah bukanlah karena ingin mempersulit, melainkan untuk menjamin jemaah bisa masuk ke Makkah secara sah dan aman.

“Kami ingin memastikan jemaah berada dalam pengawasan resmi dari syarikah, agar tidak mengalami kendala saat hendak masuk ke Makkah,” ungkapnya.

Sebagai informasi, syarikah adalah mitra resmi Pemerintah Arab Saudi yang bertanggung jawab memberikan layanan selama ibadah haji berlangsung, mulai dari logistik, kesehatan, hingga akomodasi.

Baca Juga: Beda Syarikah Bikin Jemaah Calon Haji Terpisah Rombongan, PPIH Tawarkan Solusi dan Sampaikan Permintaan Maaf

Tahun ini, ada delapan syarikah yang ditunjuk melayani jemaah Indonesia, yaitu Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad. Masing-masing perusahaan ini akan menangani antara 11.000 hingga 36.000 jemaah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X