nasional

Bareskrim Polri Resmi Hentikan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Hasil Uji Forensik Nyatakan Asli

Jumat, 23 Mei 2025 | 09:18 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro (tengah), pada Kamis, 22 Mei 2025, di Jakarta. (Dok. Medsos)

Mediapriangan.com - Bareskrim Polri secara resmi mengakhiri penyelidikan terkait dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Keputusan ini disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, pada Kamis, 22 Mei 2025, di Jakarta.

Penyelidikan yang berlangsung melibatkan berbagai proses, termasuk pengujian laboratorium forensik terhadap ijazah Jokowi.

Baca Juga: Agar Tenang Bekerja dan Terlindungi dari Kecelakaan, Menaker Ajak Ojol di Seluruh Daerah Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Hasilnya, ijazah tersebut dinyatakan asli dan otentik. Bahkan, dokumen ini dibandingkan dengan ijazah tiga rekan seangkatan Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Jokowi menempuh pendidikan sarjana.

“Dari hasil pemeriksaan dan pengaduan, tidak ditemukan adanya unsur pidana sehingga perkara ini resmi dihentikan,” jelas Djuhandhani dalam konferensi pers.

Lebih rinci, penyidik memperoleh dokumen asli dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 1681 KT yang diterbitkan pada 5 November 1985.

Baca Juga: Wamenaker Desak Sritex Bayar Pesangon Eks Karyawan Meski Iwan Lukminto Terseret Kasus Korupsi Kredit Bank

Pengujian laboratorium meliputi pemeriksaan cap stempel serta tinta tanda tangan dekan dan rektor yang terbukti identik dengan dokumen pembanding.

“Semua hasil uji laboratorium menunjukkan bukti tersebut berasal dari satu produk yang sama dan valid,” tambahnya.

Dengan berakhirnya kasus ini, Djuhandhani berharap tidak ada lagi polemik yang berkepanjangan mengenai keaslian ijazah Presiden Jokowi.

Baca Juga: Tegas di Persidangan, Zulkarnaen Sebut Budi Arie Tak Tahu Soal Judol, Saya Siap Tanggung Dunia Akhirat

Djuhandhani juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas negara, terutama di masa pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kita semua berharap situasi negara tetap kondusif dan mendukung pemerintah dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Djuhandhani.***

Tags

Terkini