Kartu Nusuk bukan sekadar identitas biasa. Dokumen ini berisi informasi penting seperti nama, foto, nomor visa dan paspor, hingga lokasi hotel, yang semuanya tersimpan dalam format barcode.
Kartu ini juga menjadi alat verifikasi resmi yang membedakan jemaah haji legal dengan yang tidak terdaftar.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 131.200 jemaah calon haji Indonesia telah menerima kartu tersebut, sebagai bagian dari sistem pelayanan dan pengawasan resmi dari Syarikah, penyedia layanan haji di Arab Saudi.***