nasional

Bahan dari Cirebon, Konsep Tenda di Arafah dan Mina Dirancang Santai Bernuansa Indonesia Sambut Jemaah Calon Haji

Rabu, 28 Mei 2025 | 14:21 WIB
Foto suasana tenda di Mina untuk jemaah calon haji yang diberikan fasilitas tambahan agar jemaah calon haji asal Indonesia merasa nyaman selama menjalankan ibadah. (Instagram/kemenag_ri)

Mediapriangan.com - Menyambut puncak ibadah haji 2025, para Syarikah yang bertanggung jawab atas layanan tenda jemaah di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tak hanya itu, para Syarikah juga berlomba-lomba memberikan fasilitas tambahan agar jemaah calon haji asal Indonesia merasa nyaman selama menjalankan ibadah.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) RI mengungkapkan bahwa para Syarikah diberikan keleluasaan untuk mempercantik dan memperlengkap tenda, terutama agar jemaah merasa betah ketika menjalani mabit—ritual menginap di tenda-tenda Mina dan Arafah.

Baca Juga: Syarikah Berlomba Ciptakan Tenda Nyaman untuk Jemaah Haji Indonesia, Dirjen PHU Sebut Cuaca Armuzna Sangat Panas

Salah satu Syarikah yang menonjol adalah Al Bait Guests. Mereka merancang tenda bernuansa Indonesia dengan konsep "saung santai", lengkap dengan koridor bergaya kampung halaman.

Alas koridor menggunakan kayu, atap dan pagar bambu, serta pencahayaan dari lampu bambu yang estetik. Suasana pun semakin hidup dengan kehadiran bunga-bunga segar dan kursi rotan yang tertata di luar tenda.

“Ruangan di luar ini dibuat mirip saung-saung. Bisa dipakai untuk lesehan, berteduh, makan bersama, dan bersantai. Kami juga tambahkan bunga dan kursi rotan seperti di kampung,” ujar Dedi Junaedi, seorang pengrajin asal Cianjur, dalam unggahan Kemenag pada Rabu, 28 Mei 2025.

Baca Juga: Upaya Kemenag Satukan Pasangan Jemaah Calon Haji yang Terpisah Jelang Puncak Haji di Armuzna, Ini Penjelasannya

Menariknya, seluruh bahan dekorasi tersebut didatangkan langsung dari Indonesia.

“Kayu dan bambu kami ambil dari Palimanan, Cirebon, dan kadang dari Cianjur juga. Semua bahan didatangkan langsung dari Indonesia,” imbuh Dedi.

Proses pengerjaan desain tenda ini memakan waktu sekitar satu minggu dengan melibatkan tiga orang pekerja.

Baca Juga: Kemenag Terapkan Skema Tanazul, 30 Ribu Jemaah Calon Haji Tidak Menginap di Tenda Mina Demi Kurangi Kepadatan

Menurut Jaelani, rekan Dedi dalam proyek ini, konsep tersebut dibuat untuk memberikan kesegaran suasana di tengah teriknya cuaca Makkah.

“Kami coba hadirkan sesuatu yang segar dan sejuk, bahkan bunga-bunganya juga dari Indonesia. Jadi ketika jemaah masuk, mereka akan merasa seperti di rumah sendiri, meski sedang berada di Makkah,” ungkap Jaelani.

Halaman:

Tags

Terkini