Mediapriangan.com - Kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia menyisakan perbincangan hangat, terutama saat ia bersama Ibu Negara Brigitte Macron dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunjungi Candi Borobudur, Kamis, 29 Mei 2025.
Dalam unggahan akun resmi Sekretariat Kabinet, terlihat ketiganya mencoba menggapai arca Buddha di dalam salah satu stupa candi. Momen tersebut sontak menjadi sorotan publik, khususnya komunitas Buddhis di Indonesia.
Young Buddhist Association Indonesia (YBAI), organisasi Buddhis muda, menanggapi peristiwa ini lewat pernyataan resmi di akun Twitter/X mereka.
YBAI mengingatkan bahwa tindakan menyentuh arca Buddha yang dikenal sebagai Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi di Candi Borobudur.
“Bukan salah Presiden Macron, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, dan Letkol Teddy,” tulis YBAI dalam cuitan pada Jumat, 30 Mei 2025.
“Mungkin dari mereka tidak tahu bahwa melakukan mitos Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi di Candi Borobudur,” lanjut pernyataan tersebut.
YBAI menegaskan bahwa pelarangan aksi menyentuh arca di dalam stupa bukan tanpa alasan.
Kebiasaan tersebut dikhawatirkan merusak struktur dan keutuhan candi yang telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO sejak 1991.
Mereka juga meminta agar seluruh pemandu wisata lebih aktif dalam mengedukasi pengunjung, termasuk menjaga sikap selama berada di area candi, misalnya tidak duduk atau memijak batuan stupa.
“Stupa-stupa yang ada di Candi Borobudur adalah objek suci pemujaan umat Buddha,” tulis YBAI, sambil menyayangkan tindakan Brigitte Macron yang terlihat berdiri di atas salah satu bagian stupa dalam foto tersebut.