Lebih lanjut, YBAI menekankan pentingnya penerapan aturan yang adil tanpa pandang bulu.
Mereka berharap kebijakan konservasi di kawasan Candi Borobudur dapat ditegakkan secara konsisten, tak hanya bagi wisatawan biasa tapi juga bagi tamu negara.
“Seharusnya peraturan pelestarian ini tidak tebang pilih agar kita semua tetap care kepada Candi Borobudur sebagai objek destinasi wisata religi,” tegas YBAI.
“Semoga kita ke depan bisa kompak dalam satu kepentingan untuk menjaga Candi Borobudur,” pungkas mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa meski kunjungan kenegaraan membawa misi diplomasi budaya, tetap penting menjaga etika dan aturan yang berlaku di situs bersejarah dan religius seperti Candi Borobudur.***
Artikel Terkait
Tiba di Jakarta, Macron Senang Bisa Kembali ke Indonesia dan Sebut Prabowo sebagai Sahabat Baik dan Mitra Strategis
Borobudur Ditutup Sementara 29 Mei, Kunjungan Presiden Macron dan Prabowo Dilengkapi Stairlift Khusus Tanpa Bor
Prabowo Dampingi Macron Jelajahi Candi Borobudur, Momen Eratnya Hubungan RI–Prancis Terekam di Tengah Warisan Dunia
Macron Kunjungi Candi Borobudur Bareng Prabowo, Kagumi Budaya dan Luncurkan Kemitraan Budaya Indonesia-Prancis
Presiden Macron Coba Sentuh Patung Buddha di Candi Borobudur Fadli Zon Sebut Beliau Kagum dan Ingin Lebih Lama di Sini
Viral Video Toast Prabowo dan Macron, Seskab Teddy Pastikan Tak Ada Alkohol dalam Jamuan Makan Malam Istana
Aksi Presiden Macron Sentuh Arca di Stupa Borobudur, Benarkah Jalani Ritual Kunto Bimo Demi Keberuntungan?
Kenapa Kunto Bimo Dilarang di Borobudur? Ini Alasan Aksi Sentuh Arca ala Macron Kini Tak Boleh Dilakukan Pengunjung