Mediapriangan.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan kunjungan penting ke Kabupaten Nduga, sebuah wilayah di Papua Pegunungan yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan konflik.
Dalam agenda yang berlangsung pada awal Juni 2025 itu, ia ditemani oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Kunjungan ini tercatat sebagai momen bersejarah, mengingat Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan pertama yang hadir langsung ke daerah yang selama ini disebut sebagai “zona merah” akibat kerap terjadinya bentrokan antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Dalam kegiatan tersebut, baik Sri Mulyani maupun Sjafrie terlihat mengenakan rompi anti peluru, sebagai bentuk pengamanan ekstra selama berada di wilayah tersebut.
“Betul apa yang dikatakan Pak Menhan, mungkin belum ada Menteri Keuangan yang ke sini (Nduga) atau ke Papua,” ujar Sri Mulyani dalam sambutannya, dikutip Minggu, 8 Juni 2025.
Kehadiran kedua pejabat negara ini bukan hanya simbolis. Mereka meninjau langsung berbagai lokasi yang berkaitan dengan program pembangunan nasional, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya nyata pemerintah dalam menghadirkan perhatian di kawasan yang selama ini kerap terpinggirkan.
Sri Mulyani menegaskan pentingnya memahami kondisi nyata di lapangan, bukan hanya mengandalkan data dari pusat.
“Karena kalau melihat hanya dari angka, maka tidak bisa melihat situasi,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun ini kali pertamanya menginjakkan kaki di Nduga, sebelumnya dirinya sudah beberapa kali mengunjungi wilayah-wilayah lain di Papua dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan, baik di era pemerintahan Presiden Joko Widodo maupun saat ini.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Lokasi Tambang Nikel Raja Ampat Jauh dari Area Wisata Populer