Ia menambahkan bahwa catatan soal kesehatan ini masih menjadi bagian penting dalam nota diplomatik yang dikirim oleh pihak Saudi.
Kemenag Siap Perketat Seleksi Kesehatan Calon Jemaah
Menanggapi isi nota diplomatik tersebut, Hilman menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia akan memperketat proses seleksi kesehatan bagi calon jemaah haji 2026.
“Harapan dari Kemenhaj melalui nota diplomatik itu adalah proses seleksi jemaah lebih ketat,” jelas Hilman.
Ia menegaskan, calon jemaah dengan kondisi medis tertentu, seperti yang membutuhkan cuci darah rutin, sebaiknya tidak diberangkatkan.
Hilman juga mengingatkan keluarga calon jemaah agar lebih bijak dalam memberi izin kepada anggota keluarga yang sudah tidak sehat secara fisik untuk ikut berhaji.
“Pesan ini luas, termasuk untuk keluarga jemaah agar jangan merelakan anggota keluarga dengan kondisi yang berat harus pergi ke sini, sementara medan pelaksanaan haji begitu berat yang harus dijalani,” ungkapnya.
Kuota Haji 2026 Akan Diumumkan 10 Juli 2025
Meski ada sejumlah catatan, Hilman memastikan sebagian besar persoalan teknis telah berhasil diselesaikan di lapangan bersama pihak-pihak terkait.
“Alhamdulillah sebagian besar sudah bisa kita atasi di lapangan dan kita sampaikan penjelasannya kepada otoritas setempat,” ujarnya.
Sementara itu, kuota haji Indonesia untuk tahun 2026 dijadwalkan akan diumumkan oleh otoritas Arab Saudi pada 15 Muharram 1447 H atau bertepatan dengan 10 Juli 2025 melalui platform resmi masar nusuk atau e-Hajj.***