Arab Saudi Soroti Banyak Jemaah Wafat, Kemenag Diminta Perketat Seleksi Kesehatan Haji 2026 Lewat Nota Diplomatik Resmi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 22 Juni 2025 | 21:22 WIB
Potret Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025.  (Kemenag.go.id)
Potret Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025. (Kemenag.go.id)

Mediapriangan.com - Penyelenggaraan haji tahun 2025 oleh Kementerian Agama (Kemenag) kini telah memasuki fase akhir pemulangan jemaah ke Tanah Air.

Meski sebagian jemaah telah tiba di Indonesia, sebagian lainnya masih menunggu giliran pulang dari Tanah Suci.

Namun, di tengah proses ini, pemerintah Arab Saudi melalui Kedutaan Besar di Jakarta menyampaikan nota diplomatik penting kepada Kemenag.

Baca Juga: Kemenag Tanggapi 5 Catatan dari Kedubes Arab Saudi Soal Haji 2025, Klaim Sebagian Masalah Sudah Tuntas

Dokumen resmi ini menjadi bahan evaluasi menyusul sejumlah catatan yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, terutama yang berkaitan dengan kondisi kesehatan para jemaah.

Soroti Kematian Lansia dan Risiko Tinggi

Nota diplomatik tersebut diterbitkan secara tertutup pada 16 Juni 2025, ditujukan kepada Menteri Agama, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta Direktur Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri.

Salah satu poin utama dalam dokumen tersebut adalah permintaan agar Kemenag memperketat seleksi kesehatan calon jemaah untuk musim haji tahun depan.

Baca Juga: Arab Saudi Akan Umumkan Kuota Haji 2026 pada 10 Juli, Kemenag Pastikan Catatan Tahun Ini Tak Pengaruhi Alokasi RI

Pemerintah Arab Saudi menyoroti jumlah jemaah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti) dari Indonesia yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji 2025, yang disebut melebihi angka tahun sebelumnya.

Jangan Paksa Ibadah Sunah, Medan Haji Terlalu Berat

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, mengakui bahwa isu kesehatan sudah menjadi perhatian sejak awal.

“Ini juga menjadi catatan peringatan bagi mitra kita di KBIHU dan para pembimbing untuk jangan terlalu memaksakan ibadah sunah terlalu sering, terlalu banyak, kepada jemaah dengan kondisi khusus (lansia/risti) semacam itu,” kata Hilman saat ditemui di Madinah, dikutip Minggu, 22 Juni 2025.

Baca Juga: Bocoran Nota Diplomatik Saudi, 5 Catatan Kritis ke Kemenag soal Haji 2025, dari Data Jemaah hingga Larangan Sembelih Dam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X