"Jadi kalau kemudian partai-partai politik mempertimbangkan nama, itu sebuah kehormatan, tapi kendalinya tidak di tangan kita karena saya tidak ikut dalam pengambilan keputusan," sambung Anies.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam siniar tersebut adalah saat Leon menanyakan soal peluang berkolaborasi dengan Ahok. Namun, Anies kembali tak memberikan jawaban eksplisit.
"Oh, kalau kolaborasi sih kolaborasi apa saja kita ini warga negara. Semua warga negara Indonesia memiliki kesempatan yang sama, punya hak yang sama, dan semua itu ada prosesnya," kata Anies.
Meski tak menyebut secara langsung peluang berduet dengan Ahok di Pilpres, Anies menyampaikan bahwa kolaborasi sah-sah saja dilakukan, selama sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Tapi secara prinsip, kita harus bisa kolaborasi dengan siapa saja selama itu dibolehkan oleh aturan hukum. Ada kolaborasi yang tidak boleh. Tapi kalau boleh, dengan siapa saja kita harus siap untuk kolaborasi," tuturnya.
Pernyataan ini seolah membuka ruang interpretasi baru soal arah politik Anies ke depan, sekaligus memantik diskusi publik soal kemungkinan dua rival lama bersatu demi masa depan Indonesia.***