Mediapriangan.com - Indonesia Financial Group (IFG) kembali mengumumkan dukungannya terhadap pelestarian budaya dengan mendukung pementasan Ketoprak Financial bertajuk “Samber Nyawa”.
Pagelaran Ketoprak Financial ini berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dan memadukan seni tradisional dengan sentuhan unik dari para profesional lintas sektor.
Tak hanya melibatkan pelaku seni, pertunjukan ini menghadirkan partisipasi eksekutif industri keuangan, akademisi, BUMN, perusahaan swasta, anggota DPR, hingga jurnalis senior.
Konsep tersebut menjadi pembeda, di mana ketoprak tampil bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga media edukasi dan penyampai pesan moral yang relevan bagi masyarakat modern.
“Kami melihat Ketoprak Financial sebagai platform yang unik dan bermakna untuk menjaga kelestarian seni tradisional Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.
Menurutnya, pesan dalam lakon Samber Nyawa mengajarkan pentingnya semangat juang dan perlawanan terhadap ketidakadilan, nilai yang selaras dengan prinsip integritas dan keberlanjutan IFG.
IFG memandang dukungan terhadap kesenian tradisional sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya adalah tugas bersama seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan profesional yang sibuk di bidangnya.
“Di tengah kesibukan sebagai profesional di industri keuangan, kami tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan budaya nenek moyang,” tambah Denny.
Denny menegaskan bahwa melalui panggung ketoprak, IFG berupaya memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda.
Pagelaran Samber Nyawa sendiri membawa pesan yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, yakni tentang keberanian, persatuan, dan komitmen dalam menghadapi tantangan.