Mediapriangan.com - Pemerintah Republik Indonesia (RI) tengah menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Tanah Air.
Langkah ini tak luput dari perhatian media internasional, termasuk Reuters, yang menilai rencana tersebut sebagai ambisi RI untuk menjadi pusat teknologi AI di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu fokus utama dari strategi besar ini adalah pembentukan sovereign AI fund, sebuah dana khusus yang dirancang untuk membiayai proyek-proyek dan infrastruktur penunjang ekosistem AI nasional.
Baca Juga: Fenomena Joki Strava di Indonesia, Bayar Pelari demi Pamer Catatan Lari Fantastis di Media Sosial
Target jangka panjangnya, Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain kunci dalam persaingan teknologi di tingkat regional.
Reuters melaporkan, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia akan segera meluncurkan peta jalan nasional AI pertamanya.
"Peta jalan AI itu merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk bergabung dengan perlombaan AI dan pembuatan chip global," tulis Reuters dalam artikelnya berjudul Indonesia eyes 'sovereign AI fund' to drive development, document shows yang dirilis pada Senin, 11 Agustus 2025.
Dalam laporannya, Reuters juga membandingkan strategi RI dengan langkah Malaysia, yang telah mengamankan investasi miliaran dolar dari raksasa teknologi global.
"Perlombaan ini telah menyaksikan negara tetangga Malaysia mengamankan miliaran dolar dari perusahaan teknologi global yang berupaya membangun infrastruktur penting untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan layanan cloud dan AI," tulis Reuters.
Berdasarkan dokumen setebal 179 halaman yang diperoleh Reuters, dana sovereign AI fund nantinya akan dikelola oleh Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Danantara Indonesia, yang saat ini menguasai aset lebih dari 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.664 triliun.
Meski belum ada rincian pasti terkait jumlah dana yang akan digelontorkan, pemerintah memproyeksikan program ini dapat berjalan pada periode 2027 hingga 2029.
Skema pendanaannya akan menggunakan model kemitraan publik-swasta, lengkap dengan insentif fiskal untuk menarik minat investor domestik di sektor AI.