IGK Manila kemudian menggandeng komunitas Tionghoa dan pegiat taichi Mediteransyah Masnadi, hingga berdirilah kepengurusan wushu Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari Departemen Dalam Negeri dan Menko Polkam Laksamana Sudomo.
Kini, di usia 83 tahun, IGK Manila berpulang. Kepergiannya meninggalkan warisan besar bagi olahraga Indonesia, baik di sepak bola maupun wushu, yang akan terus dikenang oleh generasi penerus.***