nasional

Istana Tegaskan Reshuffle Kabinet Hanya Pilih Putra-Putri Terbaik Bangsa, Prabowo Tak Singkirkan Loyalis Jokowi

Selasa, 9 September 2025 | 07:53 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut reshuffle Prabowo bukan upaya singkirkan loyalis Jokowi. (Instagram.com/kemensetneg.ri)

Mediapriangan.com - Isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto kembali menimbulkan spekulasi di publik.

Banyak pihak menduga perombakan ini dimaksudkan untuk menyingkirkan tokoh-tokoh dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.

Baca Juga: 5 Fakta Karier Purbaya Yudhi Sadewa, Dari Teknik Elektro hingga LPS, Kini Duduki Kursi Menteri Keuangan Era Prabowo

Menurutnya, keputusan reshuffle sama sekali tidak dipengaruhi oleh afiliasi politik atau kedekatan personal dengan Jokowi.

"Enggak ada, enggak ada," ujar Prasetyo kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025).

Prasetyo menekankan, kabinet Prabowo kini hanya diisi oleh figur-figur terbaik bangsa yang dipilih berdasarkan kapasitas, integritas, dan kompetensi mereka.

Baca Juga: Capaian LPS Triwulan I 2025 di Era Purbaya Yudhi Sadewa, Simpanan dan Premi Penjaminan Tumbuh Positif

“Enggak ada orang siapa-orang siapa, yang ada adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” tegasnya.

Meski demikian, reshuffle kali ini memang menandai perubahan signifikan. Sejumlah nama besar tidak lagi terlihat dalam susunan menteri, termasuk Sri Mulyani, yang sebelumnya menjabat Menteri Keuangan di era Jokowi; Budi Gunawan, mantan Kepala BIN dan Menko Polhukam; serta Budi Arie Setiadi, loyalis Jokowi yang sempat menjadi Menkominfo.

Keluarnya ketiga tokoh tersebut memunculkan perbincangan hangat di ruang publik.

Baca Juga: Ferry Irwandi Tantang TNI soal Aksi Demo, Influencer Ini Tegaskan Ide Tak Bisa Dipenjara dan Siap Hadapi Dugaan

Namun, pihak Istana memastikan bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo tetap berfokus pada kinerja pemerintah dan kebutuhan bangsa, bukan kepentingan politik tertentu.***

Tags

Terkini