“Pada saat ruangan penuh, atensi dunia tertuju, dan pesan yang disampaikan dapat membentuk nada serta arah diskusi utama dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB,” tutur Hamdan.
Kehadiran Presiden Prabowo di panggung utama dunia sekaligus mengakhiri absennya Presiden Indonesia selama 10 tahun di forum UNGA.
Momen ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penting yang aktif mendorong penguatan multilateralisme serta menjadi garda depan diplomasi internasional.
“Ini merupakan penampilan langsung Presiden Indonesia di forum UNGA setelah lebih dari satu dekade, menjadi momentum penting yang menegaskan peran Indonesia di garis depan diplomasi internasional serta komitmen terhadap penguatan multilateralisme,” pungkas Hamdan.***