Mediapriangan.com - Uya Kuya dan istrinya, Astrid, kembali menapakkan kaki di rumah mereka di kawasan Jakarta Timur setelah hampir sebulan pasca-penjarahan besar yang terjadi pada Sabtu, 20 Agustus 2025 lalu.
Kedatangan Uya Kuya dan istrinya, Astrid bukan disambut kehangatan, melainkan pemandangan memilukan, dinding penuh coretan, ruangan kosong, dan kenangan yang porak-poranda.
Dalam unggahan media sosialnya, Uya Kuya memperlihatkan bagaimana rumah yang dulu menjadi tempat berkumpul keluarga kini hanya menyisakan tembok berlumur vandalisme dan perabotan yang lenyap.
Televisi, sofa, bahkan kucing peliharaan mereka pun hilang. Yang paling menyayat hati, banyak barang bernilai kenangan dari masa kecil anak-anaknya, Cinta dan Nino, juga ikut musnah.
Astrid terlihat tak kuasa menahan air mata saat melihat ruangan yang dulu dipenuhi tawa keluarga kini hanya menyisakan kotoran dan serpihan barang berserakan. Uya pun tak kuasa menyembunyikan emosinya.
“Silahkan maki-maki saya, kalian mau fitnah apa pun, hina saya, silahkan. Tapi, jangan hina keluarga saya, anak-anak saya,” ujarnya tegas melalui video di Instagram pribadinya @king_uyakuya.
Kenangan yang Ikut Raib
Dalam unggahan lain, Uya menunjukkan ruang tengah rumahnya yang kini kosong melompong. Coretan bernada kasar menutupi dinding, sebagian bahkan ditujukan pada keluarganya.
Astrid hanya bisa berdiri terpaku, seakan mencoba mencari sisa kenangan yang pernah mengisi ruangan tersebut.
Menurut Uya, kehilangan barang-barang mewah bukanlah yang paling menyakitkan. Yang membuatnya pilu adalah hilangnya barang-barang hasil jerih payah anak-anaknya.
“Barang-barang saya ya sudah (gak apa-apa dijarah), tapi gimana barang mertua saya, barang karyawan saya, barang anak saya?” ungkapnya.