Jerih Payah Anak-anak Ikut Terenggut
Uya Kuya menegaskan, Cinta dan Nino sudah terbiasa mandiri sejak SMP dan membeli sebagian besar barang mereka dengan hasil jerih payah sendiri dari Youtube dan pekerjaan di dunia hiburan.
“Jadi, yang kalian ambil hak-hak anak saya dari kerja keras mereka,” tegas Uya dalam unggahannya.
Luka yang Sulit Pulih
Lebih dari sekadar kerugian materi, Uya Kuya mengaku pengalaman ini meninggalkan luka psikologis mendalam.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang kini menjadi saksi bisu dari gelombang amarah oknum massa yang tak terkendali.
Uya dan Astrid berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama bahwa demonstrasi tidak seharusnya berujung pada perusakan dan penjarahan yang merugikan masyarakat.
Bagi mereka, waktu mungkin akan memulihkan kerugian materi, tetapi kenangan yang hilang tidak akan pernah bisa tergantikan.***