nasional

Kebutuhan Ayam dan Telur Naik Akibat Program MBG? Kepala BGN Buka Suara Soal Dampaknya ke Harga Pasar

Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:22 WIB
Foto ilustrasi - BGN mengungkapkan kemungkinan kenaikan harga ayam naik karena MBG. (Unsplash/Polly Sadler)

Mediapriangan.com - Kenaikan harga ayam dan telur belakangan ini dikaitkan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya buka suara mengenai isu tersebut.

Menurut Dadan, peningkatan harga memang ada kaitannya dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan sejak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai beroperasi secara masif.

“Wakil Kepala Kadin Indonesia menyatakan sekarang harga ayam naik dan meningkat karena kebutuhan makan bergizi. Saya kira ini ada benarnya,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana di Jakarta, Selasa 7 Oktober 2025.

Baca Juga: Skenario Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026, Jalan Terjal Garuda dan Pesan Emosional Jay Idzes

Lonjakan Permintaan Harian

Dadan menjelaskan bahwa setiap dapur SPPG melayani sekitar 3.000 penerima manfaat. Kebutuhan ayam pun melonjak signifikan setiap kali proses memasak dilakukan.

“Setiap kali masak ayam untuk 3.000 orang penerima manfaat, butuh sekitar 350 ayam. Kalau satu kilogram satu ayam, maka butuh 350 kg atau 350 ayam,” paparnya.

Dengan frekuensi memasak dua kali seminggu, satu dapur SPPG membutuhkan sekitar 700 ekor ayam atau 2.800 ayam dalam sebulan. Jumlah itu belum termasuk kebutuhan telur sebanyak 3.000 butir per hari dari setidaknya 4.000 ayam petelur.

Baca Juga: Cemburu Buta karena TikTok, Suami di Kabupaten Tasikmalaya Aniaya Istri hingga Bersimbah Darah

Tantangan Suplai dan Peternak Baru

Dengan meningkatnya permintaan, tantangan utama kini adalah menjaga ketersediaan pasokan ayam dan telur di pasaran. Dadan menegaskan pentingnya kehadiran peternak baru untuk mengimbangi peningkatan konsumsi.

“Jika tidak diikuti dengan peternak-peternak baru, saya kira kita akan kekurangan pasokan ayam dan telur,” ujarnya.

Berdasarkan data BGN, saat ini sudah ada 10.681 dapur SPPG yang beroperasi, dan jumlahnya akan terus ditingkatkan hingga mencapai target 25.400 dapur.

Baca Juga: Purbaya Suntik Rp200 T ke Himbara dan Lakukan Sidak, 5 Langkah Kilat Demi Dongkrak Pertumbuhan Jadi 5,5 Persen

Halaman:

Tags

Terkini