Surplus Telur dan Ayam Nasional
Sebelumnya, pada Maret 2025, Dadan juga pernah menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya dalam kondisi surplus telur ayam sebanyak 200 ribu ton dan ayam 600 ribu ton. Program MBG disebut menjadi instrumen penting untuk menyerap surplus tersebut.
Ia bahkan menghitung, jika 82,9 juta penerima manfaat MBG mendapat menu telur dalam satu hari, maka diperlukan 82,9 juta butir telur.
“Kenapa surplus? Karena yang mampu membeli telur dan ayam hanya 30 persen penduduk Indonesia, sementara 60 persen anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” ucap Dadan.
Hal serupa juga diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, program MBG justru akan menggerakkan ekonomi nasional di sektor pangan, khususnya telur dan ayam.
“Kita ternyata selama 20 tahun itu surplus telur dan daging ayam, jadi dengan program (MBG) ini akan menggerakkan ekonomi dalam bidang telur dan ayam,” kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan pada 19 Maret 2025.
Fakta surplus ini, kata Luhut, baru terlihat jelas setelah program MBG dijalankan secara luas. Ia menegaskan pemerintah bersama Bappenas dan BGN akan memperkuat pengawasan agar suplai dan harga di pasar tetap stabil.***