BGN Turun Tangan Lakukan Sidak
Menyusul polemik tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengirim tim investigasi independen untuk melakukan sidak ke dapur SPPG Mampang 1, Depok.
Anggota Tim Investigasi BGN, Raniah Salsabila, mengonfirmasi bahwa sebagian besar bahan yang digunakan sudah memenuhi unsur gizi dasar meski secara visual tampak sederhana.
“Yang beredar di media benar hanya pangsit goreng satu biji, beberapa potong kentang rebus, beberapa potong wortel, pisang, saus tomat,” kata Raniah dalam pernyataan resmi BGN, Selasa, 7 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa penggunaan kentang dilakukan sebagai langkah mengurangi sisa makanan. “Sementara menu di hari lain sudah cukup sesuai dengan standar kelayakan dan ketentuan,” ujarnya.
Perlu Evaluasi Menu dan Infrastruktur
Raniah menyimpulkan bahwa fasilitas dapur SPPG Mampang 1 secara umum masih layak, namun perlu perbaikan untuk menyesuaikan dengan petunjuk teknis (Juknis) Program MBG.
“Perlu evaluasi menu dan porsi makanan, serta perbaikan dan kelengkapan infrastruktur SPPG sesuai dengan Juknis MBG,” tukasnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menyoroti pentingnya tidak hanya kandungan gizi, tetapi juga tampilan dan penerimaan anak-anak terhadap menu MBG yang disajikan di sekolah.
Pihak BGN berjanji akan terus melakukan evaluasi agar program MBG berjalan sesuai tujuan awalnya: menyediakan asupan bergizi, menarik, dan layak bagi peserta didik.***