nasional

Anthony Budiawan Guncang Publik, Ungkap Dugaan Pemufakatan Jahat dan Pinjaman Mahal Proyek Whoosh

Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:41 WIB
Anthony Budiawan sebut ada dugaan pemufakatan jahat dalam proyek Whoosh, usai bandingkan pinjaman China yang dinilai terlalu mahal. (Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto)

Baca Juga: Mahfud MD Desak KPK Selidiki Proyek Whoosh, Sebut Jokowi Bisa Dipanggil untuk Dimintai Keterangan

Dugaan Pemufakatan Jahat dan Mark Up Anggaran

Berdasarkan analisisnya, Anthony menduga kuat adanya kesepakatan melanggar aturan di balik proyek Whoosh.

“Kenapa kemahalan ini tetap dipilih? Ini yang saya katakan bahwa ada satu pemufakatan jahat di mana yang lebih mahal tetap dipilih dan ini merugikan negara totalnya Rp75 triliun,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan, selisih tersebut belum memperhitungkan dugaan mark up yang nilainya mencapai miliaran dolar AS.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Akui Pernyataan Jokowi soal Whoosh “Ada Betulnya Sedikit”, tapi Ungkap Fakta yang Belum Terlihat

“Tadi 5,5 miliar dolar Amerika itu sudah sangat mahal yang menjadi 6,07 miliar dolar Amerika. Kalau kita komparasi dengan proyek-proyek sejenis, paling mahal itu sekitar 4 miliar dolar Amerika,” sambungnya.

“Jadi, ada dugaan mark up di sini paling sedikit 2 miliar dolar Amerika,” tegasnya.

Selain itu, Anthony juga menyinggung adanya dugaan manipulasi dalam proses evaluasi proyek.

“Ada beberapa komponen biaya yang memang sengaja dipisahkan atau tidak dimasukkan ke dalam proyek evaluasi, kayak tadi suku bunga, bunga pinjamannya,” paparnya.

Baca Juga: Wariskan Whoosh dengan Utang Rp116 Triliun, Jokowi Tegaskan Transportasi Umum Tak Diukur dari Laba

Beban Utang Lintas Pemerintahan

Bambang Widjojanto yang menjadi pembawa acara podcast tersebut turut menyoroti besarnya beban utang yang ditanggung negara akibat proyek Whoosh.

“Sebenarnya seluruh proses ini membebani keuangan negara, bukan hanya jumlah tapi periode yang melampaui beberapa kepala pemerintahan Indonesia ke depan,” ujarnya.

“Jadi ini dosanya tuh kok akumulasi panjang banget,” imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini