Mediapriangan.com - Komisi Percepatan Reformasi Polri resmi menggelar rapat perdananya di Mabes Polri, Jakarta, pada Senin, 10 November 2025. Dalam rapat yang dipimpin oleh Jimly Asshiddiqie, sejumlah keputusan strategis diambil, termasuk rencana penambahan satu anggota baru dalam tim Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Menurut Jimly Asshiddiqie, penambahan anggota ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo agar komisi tersebut memiliki keterwakilan perempuan.
“Insya Allah mungkin minggu depan atau apa akan ada tambahan satu orang ya, ibu-ibu. Belum saya sebut namanya,” ujar Jimly dalam konferensi pers di Mabes Polri.
Ia menambahkan, langkah ini diambil untuk memenuhi keinginan Presiden agar ada keseimbangan dalam struktur keanggotaan.
“Ini untuk melengkapi sesuai harapan Presiden supaya ada keterwakilan perempuan. Maka nanti jumlahnya tim ini ada 11 orang,” sambungnya.
Meski demikian, Jimly belum mengungkap secara detail siapa sosok perempuan yang dimaksud. “Belum saya sebut, pokoknya perempuan,” tegasnya.
Baca Juga: Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon Tegaskan Jasa Besar dan Proses Hukum Telah Tuntas
Usulan Langsung dari Presiden Prabowo
Jimly menuturkan bahwa keputusan menambah tokoh perempuan merupakan inisiatif pribadi dari Presiden Prabowo Subianto. Langkah tersebut, kata dia, juga menjadi bentuk antisipasi terhadap potensi kritik publik terkait kurangnya keterwakilan perempuan dalam Komisi Percepatan Reformasi Polri.
“Jadi daripada, sebelum ada protes dari gerakan perempuan. Nah, idenya dari Presiden (Prabowo Subianto) sendiri. Wah, ini harus ada perempuan karena setelah dilantik, loh ternyata laki-laki semua,” jelas Jimly.
“Namanya sudah ada, tinggal diteken. Iya (ditunjuk Presiden),” imbuhnya.
Baca Juga: Momen Haru Kepulangan Bilqis, Balita Makassar yang Ditemukan di Jambi Setelah 6 Hari Diculik
Rapat Rutin dan Public Hearing