nasional

Presiden Prabowo Bertolak ke Amerika Serikat, Siap Bertemu Donald Trump Bahas Kerja Sama Strategis

Senin, 16 Februari 2026 | 22:08 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat akan bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat pada Senin, 16 Februari 2026. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

Meski demikian, ia belum membeberkan rincian lengkap kesepakatan tersebut dan meminta masyarakat bersabar hingga seluruh proses negosiasi rampung.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Bersatu Kelola Kekayaan Alam untuk Hapus Kemiskinan dan Sejahterakan Rakyat

Diplomasi yang Dipersiapkan dari Hambalang

Langkah diplomasi ini bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Sehari sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (15/2/2026).

Melalui unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Seskab Teddy membagikan momen pertemuan tersebut. Hadir dalam rapat itu antara lain Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara , Menteri Keuangan , serta Menteri Sekretaris Negara.

Pertemuan itu membahas strategi menghadapi dinamika ekonomi global dan memastikan setiap kebijakan luar negeri berdampak langsung pada penguatan rantai pasok serta produktivitas industri dalam negeri.

Baca Juga: Prabowo Ajak Elite Bersatu Lawan Kemiskinan dan Kelola Kekayaan Alam Demi Kesejahteraan Rakyat

Harapan bagi Industri dan Rakyat

Secara humanis, lawatan ini membawa harapan besar bagi pelaku usaha dan pekerja di Tanah Air. Pemerintah menargetkan kerja sama dagang yang lebih adil dan kompetitif, sehingga produk Indonesia memiliki ruang lebih luas di pasar Amerika Serikat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, diplomasi langsung Presiden Prabowo menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam mengawal kepentingan nasional.

Bukan sekadar pertemuan kenegaraan, tetapi langkah strategis agar hasilnya dapat dirasakan nyata oleh masyarakat, mulai dari terbukanya peluang investasi, peningkatan ekspor, hingga terciptanya lapangan kerja baru.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa arah kebijakan luar negeri Indonesia tetap berdaulat, aktif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.***

Halaman:

Tags

Terkini