Sri Radjasa soal Komisi Reformasi Polri, Walk Out hingga Isu Ijazah Jokowi Dinilai Ganggu Legitimasi Prabowo

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 22 November 2025 | 17:08 WIB
Sri Radjasa menilai Komisi Reformasi Polri dan polemik Ijazah Jokowi perlu perhatian serius Presiden Prabowo.     (Instagram/prabowo)
Sri Radjasa menilai Komisi Reformasi Polri dan polemik Ijazah Jokowi perlu perhatian serius Presiden Prabowo. (Instagram/prabowo)

Mediapriangan.com - Mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Sri Radjasa, menyoroti dinamika terbaru terkait polemik Ijazah Jokowi dan pembentukan Komisi Reformasi Polri.

Menurutnya dapat berdampak langsung pada legitimas presiden Prabowo Subianto jika tidak segera ditangani. Sri Radjasa menilai bahwa masalah ini tak lagi sekadar persoalan hukum, tetapi sudah menyangkut stabilitas kepercayaan publik.

Sri Radjasa menyebut bahwa tudingan palsu terkait Ijazah Jokowi kini telah membawa delapan orang menjadi tersangka, termasuk Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.

Baca Juga: Petinggi Polri di Komisi Reformasi Dipertanyakan, Sri Radjasa Soroti Motif dan Dampaknya bagi Reformasi Polri

Ia mengingatkan bahwa proses penetapan tersangka hingga kemungkinan penahanan dapat berpengaruh pada legitimasi Presiden Prabowo, terlebih jika pemerintah tetap diam.

“Dampaknya sangat luas sekali, nggak main-main. Jadi, buat saya dalam situasi seperti ini, Prabowo sebagai presiden harus campur tangan untuk menyelesaikan kasus ini agar tidak berkepanjangan,” ujar Sri Radjasa dalam podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang dikutip pada Sabtu, 22 November 2025.

“Tapi ketika dia (Prabowo) membiarkan kasus ini, artinya kan ada upaya melegitimasi tindakan Polri yang jauh dari semangat reformasi. Itu hati-hati yang saya bilang, jangan main-main,” lanjutnya.

Baca Juga: Walk Out Roy Suryo cs Warnai Audiensi Komisi Reformasi Polri soal Ijazah Jokowi, Begini Cerita Sri Radjasa

Menurutnya, jika polemik Ijazah Jokowi dibiarkan terus berkembang, arus protes publik dapat berbalik mengarah kepada Prabowo.

“Ke depan, publik, masyarakat akan demo ya sasarannya kepada Presiden (Prabowo) bukan Jokowi,” katanya.

Situasi ini dikaitkannya dengan harapan publik bahwa Presiden Prabowo mampu mendorong pembenahan di tubuh Polri melalui Komisi Reformasi Polri.

Baca Juga: Walk Out di Audiensi Komisi Reformasi Polri, Refly Harun dan Roy Suryo Soroti Aturan Batas Bicara Peserta

Namun, Sri Radjasa menilai komposisi anggota Komisi Reformasi Polri justru membuat kepercayaan publik menurun. Baginya, kehadiran sejumlah eks dan petinggi Polri dinilai kontradiktif dengan misi reformasi.

“Jelas (ada harapan), tapi ketika sudah terbentuk, melihat komposisinya, (kepercayaan) publik surut kembali,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X