nasional

Menkeu Purbaya Blacklist Awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas usai Polemik WNI

Rabu, 25 Februari 2026 | 05:26 WIB
Menkeu Purbaya blacklist awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas terkait polemik WNI yang kini sedang viral. (Dok. Menkeuri)

Baca Juga: Big Match Proliga 2026 Membara, Tuah Alessandro Lodi atau Ledakan Megawati Hangestri?

Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Delft University of Technology, Belanda, melalui program Sustainable Energy Technology dengan dukungan awardee LPDP dan lulus pada 31 Agustus 2017.

Di ranah profesional, Dwi Sasetyaningtyas dikenal sebagai pendiri dan CEO Sustaination, platform yang bergerak di bidang gaya hidup berkelanjutan.

Sustaination dirintis pada 2018 dan berkembang menjadi toko daring yang mengkurasi produk ramah lingkungan.

Baca Juga: Danpusterad Tegaskan pembekalan dan pendidikan Kunci Sukses karier perwira TNI AD

Di tengah polemik WNI dan keputusan blacklist dari Menkeu Purbaya, Dwi Sasetyaningtyas menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui akun Threads miliknya pada 21 Februari 2026.

“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan," ungkapnya.

"Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” sambung Dwi Sasetyaningtyas.

Baca Juga: Iftar Ramadan in Pirates Island di Horison Tasikmalaya Tawarkan 100 Menu dan Umroh Gratis

Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut muncul dari kondisi emosional pribadi.

“Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan,” ucap Dwi Sasetyaningtyas.

Dwi Sasetyaningtyas juga mengakui kekeliruannya dalam menyampaikan opini di ruang publik sebagai awardee LPDP.

“Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang," terangnya.

"Terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini