nasional

Ekspor Beras Premium 2.280 Ton ke Arab Saudi, Jemaah Sambut Hangat dan Dukung Kebutuhan Haji 2026

Rabu, 4 Maret 2026 | 07:29 WIB
Ekspor beras premium 2.280 ton ke Arab Saudi untuk haji 2026 disambut jemaah, nilai cocok dengan selera pangan Indonesia. (Dok. Tim Media Indonesia Raya)

Mediapriangan.com - Rencana ekspor beras premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi menjadi babak baru perdagangan pangan Indonesia. Untuk pertama kalinya, beras produksi dalam negeri akan dikirim secara khusus guna memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah di Tanah Suci pada musim haji 2026.

Langkah ekspor beras premium ini dipastikan oleh BULOG sebagai bagian dari dukungan terhadap kenyamanan jemaah haji asal Indonesia. Selain memperluas pasar ke Arab Saudi, kebijakan tersebut juga diproyeksikan menjawab kebutuhan selera makan masyarakat Indonesia yang tengah menjalankan ibadah.

Di kalangan jemaah haji dan umrah, kabar ini disambut positif. Rusdi, jemaah umrah asal Bekasi, mengaku mendukung penuh rencana tersebut.

Baca Juga: Mudik Aman Jadi Target, Wagub Erwan Tekankan Sinergi dan Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Jawa Barat

“Sangat setuju. Nasinya lebih enak, makannya lebih nafsu. Sudah biasa,” ujar Rusdi sambil tersenyum, ditulis Selasa (3/3).

Menurutnya, cita rasa nasi berpengaruh langsung pada selera makan. Dalam situasi ibadah yang padat di Arab Saudi, asupan yang sesuai kebiasaan dinilai penting untuk menjaga kondisi fisik.

Dukungan serupa disampaikan jemaah lainnya. Ia menilai ekspor beras premium ke Arab Saudi akan membantu jemaah haji menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama dalam urusan makanan.

Baca Juga: Rekap Hasil Pertandingan Babak Reguler Proliga 2026 Putri, Siapa Paling Siap Tempur di Jadwal Laga Final Four?

“Cukup bagus sekali, karena bisa menyesuaikan selera jemaah haji dan umrah di Tanah Suci ini. Jadi dengan adanya beras kita yang beredar di sini, otomatis masyarakat tidak akan canggung lagi. Tidak akan merasa kurang lagi,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas konsumsi selama ibadah. “Kalau memang beras kita ada di sini nanti, makannya bisa lahap, tenaga bisa kuat, ibadah bisa maksimal,” katanya.

Jemaah lain pun mengungkapkan pengalaman serupa terkait perbedaan karakter nasi di Arab Saudi. “Saya lebih setuju juga. Supaya orang Indonesia bisa makan, bisa merasakan nasi Indonesia juga. Soalnya kadang jemaah itu ada yang bilang tidak cocok dengan beras yang ada di sini,” ujarnya.

Baca Juga: V-League Ditinggal Legenda, Yang Hyo jin Putuskan Pensiun, Middle Blocker yang Sempat Berduel Ikonik dengan Megawati

Dari sisi teknis, BULOG memastikan ekspor beras premium tahap awal mencapai 2.280 ton untuk kebutuhan haji 2026. Pengiriman ke Arab Saudi akan dilakukan dalam dua tahap menggunakan dua kapal, agar distribusi berjalan tepat waktu.

Beras yang dikirim merupakan hasil serapan gabah segar petani Indonesia yang diproses melalui Rice Milling Unit modern berstandar tinggi. Produk ekspor beras premium ini memiliki kadar air terjaga, tingkat butir pecah rendah, telah lulus uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta bersertifikat halal.

Halaman:

Tags

Terkini