JAKARTA, Mediapriangan.com - Ancaman krisis pembuangan limbah di wilayah penyangga ibu kota mulai menemukan titik terang melalui inovasi teknologi berbasis keberlanjutan.
Gubernur Jawa Barat, KDM, menyatakan komitmen penuh untuk mengawasi secara langsung pembangunan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik di wilayah PSEL Bogor dan Bekasi.
Langkah strategis ini diambil sebagai respon cepat dalam menangani kondisi darurat sampah yang kian mengkhawatirkan di Jawa Barat.
Kepastian ini diperoleh setelah berlangsungnya prosesi penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT Weiming Nusantara Bogor New Energi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Selain wilayah Bogor Raya, gubernur yang akrab disapa KDM ini juga menyaksikan peresmian kerja sama antara Pemkot Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara.
Percepatan operasional fasilitas ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Melalui sistem PSEL Bogor dan Bekasi yang mumpuni, beban tempat pembuangan akhir diharapkan berkurang signifikan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
"Sekarang sudah ditandatangani untuk Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, semoga segera selesai dan bisa beroperasi secepatnya. Sampah teratasi, listrik dinikmati," ujar KDM.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa inisiatif di PSEL Bogor dan Bekasi merupakan bagian dari program nasional yang akan merambah ke 32 titik di seluruh Indonesia hingga 2029.
Setiap lokasi dirancang mampu melakukan pengolahan sampah minimal 100 ton limbah per hari untuk dikonversi menjadi energi listrik.
Zulkifli Hasan menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal demi menghindari bencana lingkungan akibat kelebihan beban limbah atau fenomena darurat sampah.