YOGYAKARTA, Mediapriangan.com - Pembenahan ekosistem keuangan nasional yang inklusif kini bertumpu pada transformasi sektor proteksi dan investasi agar lebih terpercaya serta memberikan dampak riil bagi publik.
Penguatan fondasi ini dinilai krusial untuk menghadapi tantangan finansial global melalui peningkatan pemahaman publik secara masif.
Dalam sela-sela agenda Jogja Financial Festival 2026, ditekankan bahwa aspek Environment, Social & Governance (ESG) menjadi pilar utama dalam perbaikan iklim bisnis sektor jasa keuangan saat ini.
Transformasi ini tidak lagi sekadar mengejar performa angka atau keuntungan finansial semata, melainkan bagaimana menciptakan tata kelola yang sehat dan berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan IFG Denny S. Adji menyampaikan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan industri keuangan nasional.
“IFG bersama anggota holding terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat, khususnya pada sektor asuransi, penjaminan, dan investasi. Kami meyakini bahwa pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan dan perlindungan risiko akan berdampak positif terhadap ketahanan ekonomi masyarakat serta keberlanjutan bisnis industri jasa keuangan nasional,” ujar Denny.
Denny juga menambahkan terkait arah perbaikan yang sedang berjalan di sektor ini untuk jangka panjang.
“Ke depan, salah satu nilai yang ingin terus kami dorong adalah bagaimana IFG dapat berperan dalam mendukung industri asuransi dan penjaminan yang saat ini terus berbenah untuk menciptakan iklim dan praktik bisnis yang lebih baik, lebih terpercaya, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tambah Denny.
Guna mewujudkan hal tersebut, edukasi langsung yang menyasar kalangan mahasiswa, pelaku usaha, serta berbagai komunitas menjadi langkah strategis.
Melalui pemahaman yang matang mengenai manajemen dana dan perlindungan risiko, masyarakat diharapkan lebih cakap dalam melakukan mitigasi hambatan finansial di masa depan.