Santri Tebuireng Jombang Diedukasi Bahaya Pinjol, IFG Goes to School 2026 Dorong Pola Hidup Produktif Sejak Dini

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 18 Mei 2026 | 21:29 WIB
Program IFG Goes to School 2026 edukasi santri Tebuireng Jombang soal bahaya pinjol dan pentingnya pola hidup produktif lewat keuangan syariah. (Dok. IFG)
Program IFG Goes to School 2026 edukasi santri Tebuireng Jombang soal bahaya pinjol dan pentingnya pola hidup produktif lewat keuangan syariah. (Dok. IFG)

 

JOMBANG, Mediapriangan.com - Ratusan pelajar di lingkungan pesantren kini diajak untuk lebih waspada terhadap ancaman finansial modern digital dan mengalihkan fokus pada penguatan ekonomi berbasis nilai agama.

Langkah antisipasi ini dikemas lewat edukasi interaktif mengenai pengelolaan materi, pemahaman risiko finansial, hingga pengenalan konsep instrumen syariah untuk masa depan.

Upaya nyata tersebut tercermin saat sekitar 900 santri serta tenaga pendidik memenuhi ruang pertemuan di SMP A. Wahid Hasyim – Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Baca Juga: Kodim 0612 dan OJK Tasikmalaya Deklarasi Perang Lawan Judi Online

Mereka menjadi peserta dalam agenda nasional bertajuk IFG Goes to School 2026 yang diinisiasi oleh holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi, Indonesia Financial Group (IFG).

Berbeda dari pendekatan konvensional, forum ini membedah secara mendalam mengenai prinsip keuangan syariah untuk mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dengan keinginan, hingga teknik mitigasi risiko.

Para santri juga dibekali benteng informasi agar tidak terjebak dalam lingkaran hitam investasi bodong serta bahaya pinjol ilegal yang marak menyasar masyarakat luas.

Baca Juga: Kodim 0612/Tasikmalaya dan OJK Tabuh Genderang Perang Lawan Judi Online Serta Pinjol Ilegal

Tingkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan IFG Goes to School 2026.
Tingkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan IFG Goes to School 2026. (Dok. IFG)

Melalui tema "Guru Terliterasi, Santri Terinspirasi", acara ini mengarahkan generasi muda untuk membangun pola hidup produktif dan menjauhi budaya konsumtif.

“Melalui program ini, kami ingin memperkuat peran generasi muda, khususnya siswa dan guru, agar semakin melek terhadap pengelolaan risiko dan keuangan. Harapannya, akan terbentuk generasi yang memiliki pola pikir finansial yang bijak serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab di masa depan,” ujar Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG.

Dalam pelaksanaannya, Chief Senior Research Associate IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman, hadir langsung sebagai pemateri utama.

Baca Juga: Pemkot Banjar Gelar Rukyatul Hilal Penentuan Awal Bulan Zulhijah di Lapas Kelas II B Gunung Putri

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X