IFG dan BP BUMN Perkuat tata kelola TJSL melalui three lines model, GRC Jadi Fokus Pengawasan Program Sosial

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:25 WIB
IFG dan BP BUMN menggelar forum penguatan tata kelola TJSL melalui three lines model guna memperkuat GRC dalam program sosial BUMN. (Dok. IFG)
IFG dan BP BUMN menggelar forum penguatan tata kelola TJSL melalui three lines model guna memperkuat GRC dalam program sosial BUMN. (Dok. IFG)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Penguatan tata kelola TJSL kembali menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas program sosial perusahaan milik negara. Indonesia Financial Group atau IFG bersama BP BUMN menggelar forum diskusi untuk memperdalam penerapan three lines model dalam pengelolaan tanggung jawab sosial dan lingkungan di lingkungan BUMN.

Kegiatan yang berlangsung di Financial Hall, Jakarta, itu merupakan bagian dari FGD Series 3 yang membahas peningkatan governance risk compliance dalam pengelolaan program sosial perusahaan. Diskusi tersebut mempertemukan regulator, praktisi, serta perwakilan perusahaan yang berada dalam ekosistem IFG.

Dalam forum tersebut, penguatan tata kelola TJSL dipandang penting agar program tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya bersifat seremonial. Dengan penerapan three lines model, program sosial BUMN diharapkan mampu berjalan lebih terukur, transparan, serta memiliki dampak yang jelas bagi masyarakat.

Baca Juga: Penyaluran THR pensiun 2026 Capai 97 Persen, TASPEN Percepat Layanan Digital untuk 3,2 Juta Penerima

IFG sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi menilai bahwa penguatan tata kelola TJSL perlu berjalan seiring dengan penerapan prinsip governance risk compliance. Melalui pendekatan three lines model, setiap fungsi dalam organisasi memiliki peran yang jelas dalam pengendalian dan manajemen risiko.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa penguatan tata kelola TJSL menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan program sosial dikelola secara profesional.

“Melalui forum ini, IFG bersama BP BUMN mendorong penguatan peran dan fungsi pengendalian di setiap lini dalam pengelolaan TJSL. Program TJSL bukan sekadar aktivitas sosial ataupun objek audit, tetapi menjadi strategic value driver yang harus dikelola secara profesional, terukur dan akuntabel serta mampu memitigasi risiko dan membangun kepercayaan dengan stakeholder secara berkelanjutan,” ujar Denny.

Baca Juga: Rumor Final Four Proliga 2026, Jakarta Bhayangkara Presisi Dikabarkan Dekati Basil Dermaux Jelang Bursa Transfer

Menurutnya, penerapan three lines model memungkinkan pengelolaan tata kelola TJSL berjalan lebih sistematis karena setiap lini organisasi memiliki tanggung jawab yang jelas.

Model ini menempatkan pemilik risiko pada lini pertama, fungsi manajemen risiko dan kepatuhan pada lini kedua, serta audit internal sebagai lini ketiga pengawasan.

Dengan pendekatan tersebut, IFG menilai potensi celah dalam pengendalian program sosial dapat diminimalkan.

Selain itu, penerapan three lines model juga membantu perusahaan menjaga konsistensi penerapan governance risk compliance dalam setiap kegiatan tanggung jawab sosial.

Baca Juga: Isu Pergantian Pemain Asing Jakarta LavAni Jelang Final Four Proliga 2026 Menguat, Nama Georg Grozer Disebut

Forum diskusi ini juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman antara regulator dan perusahaan dalam mengelola tata kelola TJSL secara lebih efektif. Peserta diskusi membahas berbagai praktik terbaik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas program sosial BUMN.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X