Dalam agenda yang diumumkan, massa peserta demonstrasi mahasiswa dijadwalkan berkumpul terlebih dahulu di lingkungan Universitas Indonesia sebelum bergerak menuju aksi di Bundaran HI.
"Titik aksi Bundaran HI. Dresscode hitam. Pukul 10.00 WIB," tulis akun Instagram resmi Barisan Garda Depan (Brigade) UI, @brigade.ui, pada hari yang sama.
Adapun 5 tuntutan yang dibawa BEM UI dalam demonstrasi mahasiswa mencakup sejumlah isu strategis. Pertama adalah kebijakan kenaikan harga Pertamax yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat. Mahasiswa menyoroti perubahan harga bahan bakar yang mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat.
Kedua, BEM UI menyoroti pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Isu pelemahan rupiah dianggap penting karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Ketiga, mahasiswa mendesak adanya pengusutan menyeluruh terhadap dugaan persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program tersebut menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir.
Keempat, demonstrasi mahasiswa juga mengangkat persoalan hak asasi manusia atau HAM. Menurut mahasiswa, sejumlah kebijakan pemerintah perlu dikaji kembali agar lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Kelima, BEM UI turut menyoroti revisi UU Polri yang telah disahkan DPR. Isu revisi UU Polri masuk dalam daftar 5 tuntutan karena dinilai memiliki dampak besar terhadap kehidupan demokrasi dan tata kelola penegakan hukum di Indonesia.
Meski aksi di Bundaran HI akhirnya batal terlaksana sesuai rencana awal, perhatian publik terhadap demonstrasi mahasiswa justru semakin besar.
Selain memunculkan perdebatan mengenai lokasi penyampaian aspirasi, peristiwa tersebut juga membuka ruang diskusi terkait 5 tuntutan yang diangkat BEM UI, mulai dari pelemahan rupiah, program MBG, isu HAM, hingga revisi UU Polri.***