nasional

BPJS Kesehatan Terapkan Value-Based Healthcare, Bidik Layanan Jantung hingga Tekan Angka Operasi Caesar

Senin, 29 Juni 2026 | 20:17 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengubah layanan ke value-based healthcare, memperkuat mutu pelayanan jantung dan menekan operasi caesar. (Istimewa)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - BPJS Kesehatan mulai mengubah arah kebijakan pelayanan kesehatan nasional dengan mengedepankan konsep value-based healthcare atau pelayanan berbasis nilai manfaat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bagi peserta JKN sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan kesehatan di Indonesia.

Kebijakan tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, saat menghadiri kegiatan Anjangsana di Kraton Majapahit Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, ia hadir bersama jajaran Direksi BPJS Kesehatan serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Prof. Stevanus Adrianto Passat dan disambut Ketua Kraton Majapahit Jakarta Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.

Menurut Prihati, perubahan menuju value-based healthcare bukan berarti mengurangi manfaat yang diterima peserta JKN. Sebaliknya, kebijakan tersebut bertujuan memastikan setiap tindakan medis dilakukan berdasarkan pedoman klinis dan kebutuhan pasien sehingga pelayanan menjadi lebih tepat sasaran.

"Kami bukan melakukan penyesuaian manfaat, tetapi melakukan penegakan-penegakan pedoman yang ada. Kami ingin menggeser pelayanan dari volume-based ke value-based," ujarnya.

Baca Juga: Kontingen Pesparawi Kepri Gagal Terbang ke Manokwari, Tiket Belum Dibayar hingga Viral Bernyanyi di Bandara

Layanan Jantung Jadi Tahap Awal Penerapan

Implementasi value-based healthcare akan dimulai pada sejumlah layanan prioritas, salah satunya penanganan penyakit jantung. BPJS Kesehatan menilai tindakan medis harus semakin mengacu pada pedoman berbasis bukti atau evidence-based agar manfaat yang diterima pasien benar-benar optimal.

Ke depan, pemasangan ring jantung atau stent akan dilakukan berdasarkan indikasi medis yang jelas sesuai standar klinis yang berlaku. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat quality and cost control dalam Program JKN.

"Semua ini kita laksanakan ingin meningkatkan mutu dan value-based tadi itu yang betul-betul dibutuhkan oleh pasien," katanya.

Selain layanan jantung, pendekatan serupa juga akan diterapkan secara bertahap pada layanan operasi katarak, hemodialisis, hingga pelayanan persalinan.

Baca Juga: Dugaan Mafia Tambang Kalipuro Diadukan ke PPATK, Praktisi Hukum Bidik Aktor Intelektual di Balik Joko Jatmiko

BPJS Kesehatan Soroti Tingginya Operasi Caesar

Transformasi value-based healthcare juga diarahkan untuk menekan tingginya angka operasi caesar di Indonesia. Berdasarkan data internal BPJS Kesehatan, sekitar 51 persen proses persalinan saat ini dilakukan melalui operasi caesar.

Halaman:

Tags

Terkini