nasional

Prabowo: Masa Damai Harus Jadi Waktu TNI Bersiap Hadapi Ancaman

Senin, 5 Oktober 2026 | 21:53 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI dari tiga matra pada HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026). (Dok. Sekab)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa situasi damai bukan alasan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengendurkan kesiapsiagaan.

Sebaliknya, masa damai harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, termasuk skenario terburuk.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

“Masa damai adalah persiapan menghadapi ancaman. Yang paling buruk sekalipun,” kata Prabowo dalam amanatnya.

Baca Juga: Prabowo: TNI Harus Dekat dengan Rakyat

Menurut Prabowo, perkembangan situasi yang dinamis menuntut TNI untuk terus beradaptasi. Karena itu, kemampuan prajurit tidak boleh berhenti pada apa yang telah dicapai saat ini, tetapi harus terus ditingkatkan melalui latihan, penguasaan teknologi, inovasi, dan pencapaian prestasi.

Ia menekankan bahwa TNI ke depan harus mampu menjadi kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman.

“TNI sekarang harus menguasai teknologi. TNI sekarang harus mengutamakan prestasi,” ujarnya.

Prabowo bahkan mengulang penekanannya mengenai pentingnya prestasi dalam tubuh TNI. Menurut dia, ukuran keberhasilan prajurit tidak semata-mata ditentukan oleh masa pengabdian atau kedekatan dalam kelompok tertentu.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI

“Sekali lagi, saya tekankan. TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi,” tegasnya.

Dalam amanat tersebut, Prabowo juga menyoroti sistem pembinaan karier prajurit. Ia menginginkan sistem yang lebih menempatkan kompetensi dan prestasi sebagai dasar pengembangan karier, bukan hanya mengandalkan senioritas maupun loyalitas berdasarkan angkatan.

Tradisi hubungan senior dan junior, kata Prabowo, tetap memiliki fungsi penting dalam lingkungan militer. Hubungan tersebut dapat menjadi ruang untuk mentransfer pengalaman, memberikan keteladanan, serta membimbing prajurit yang lebih muda.

Halaman:

Tags

Terkini

Prabowo: TNI Harus Dekat dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI

Senin, 5 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Kalapas Cibinong Dipecat, 13 Bangunan Tak Terdaftar

Senin, 5 Oktober 2026 | 15:20 WIB