Desil Bansos Berubah, Bansos 2026 Bisa Terhenti? Ini Kelompok Penerima dan Cara Sanggah Data

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 28 September 2026 | 13:35 WIB
Desil bansos menjadi acuan bansos 2026. Perubahan data dapat memengaruhi penerima bantuan sosial, tetapi ada mekanisme sanggah. (Instagram.com/iims_id)
Desil bansos menjadi acuan bansos 2026. Perubahan data dapat memengaruhi penerima bantuan sosial, tetapi ada mekanisme sanggah. (Instagram.com/iims_id)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Perubahan desil membuat sekelompok masyarakat dari pedagang kecil hingga mahasiswa, tak lagi mendapatkan bantuan sosial (bansos) di tahun 2026 ini.

Secara umum, desil merupakan sebuah metode untuk membagi distribusi data ke dalam 10 kelompok yang sama besar. Desil bansos menjadi salah satu acuan dalam menentukan penerima bantuan sosial.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adiningar Widyasantri menyebut pihaknya menggunakan desil untuk mengelompokkan keluarga penerima manfaat (KPM).

Baca Juga: Bansos September 2026: PKH Tahap III, BPNT Tahap III dan Bantuan Pangan Beras, Cek Penerima dengan NIK

Hal itu berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan atau karakteristik sosial ekonomi.

"Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan," kata Amalia dikutip dari keterangan resminya, pada Senin, 28 September 2026.

"(Hal itu) bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," tambahnya.

Artinya, keluarga dalam satu kategori desil tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 4 Segera Cair, 4 Perubahan Data Ini Bisa Bikin Pencairan Tertahan, Segera Cek!

Apa Saja Sebenarnya Pertimbangan Desil?

Berdasarkan keterangan BPS, pemeringkatan desil mempertimbangkan karakteristik sosial ekonomi.

Hal itu seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

Diketahui, BPS mempertimbangkannya menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT), untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X