Baca Juga: 67 Ribu Tiket Final Indonesia-Thailand Terjual, SUGBK Bersiap Dipadati Suporter
Namun, tradisi tersebut tidak boleh berubah menjadi praktik kekerasan atau tindakan yang melewati batas profesionalisme. Prabowo mengingatkan agar tidak ada kekerasan fisik, perpeloncoan, maupun perlakuan berlebihan yang dibenarkan atas nama senioritas.
“TNI harus (mengutamakan) sistem prestasi, bukan sekadar senioritas. Apalagi, sistem-sistem yang sempit, loyalitas sempit, loyalitas per angkatan,” katanya.
Selain membenahi internal organisasi, Prabowo meminta TNI memperkuat sinergi dengan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Kerja sama tersebut mencakup kementerian dan lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga tokoh adat.
Ia menilai kekuatan TNI harus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membantu pemerintah menjalankan berbagai program dan menghadapi persoalan yang terjadi di lapangan.
“Kekuatan dan kemampuan TNI harus dapat mempercepat pelaksanaan program-program pemerintah, mengatasi berbagai kesulitan nyata yang dihadapi rakyat,” ujar Prabowo.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI tersebut, Prabowo juga meresmikan dan mengukuhkan 204 satuan baru yang berasal dari tiga matra TNI, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Baca Juga: Mas Sudaryono Diminta 'Dar-Der-Dor' Bersihkan Rente MBG
Upacara peringatan HUT ke-81 TNI turut melibatkan 3.378 personel dari unsur TNI dan non-TNI. Sebanyak 38 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga ditampilkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Selain itu, Presiden Prabowo memberikan penganugerahan tanda kehormatan kepada sejumlah prajurit sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan prestasi mereka.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini sekaligus menjadi momentum bagi institusi pertahanan tersebut untuk memperkuat kesiapan menghadapi perubahan lingkungan strategis, dengan tetap menempatkan profesionalisme dan prestasi sebagai bagian penting dalam pembangunan kekuatan TNI.***