Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, seperti Jepang yang menerbitkan 40 ribu buku setiap tahunnya, dan Tiongkok dengan 140 ribu buku per tahun.
Abdul Malik Fadjar menyadari bahwa meningkatkan minat baca masyarakat merupakan tantangan yang berat, terutama karena generasi muda sudah mulai didominasi oleh sistem komunikasi melalui telepon, sementara kegiatan membaca buku menjadi jarang.
Oleh karena itu, Abdul Malik Fadjar mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan minat baca, karena membaca dapat menambah pengetahuan tentang perkembangan dunia modern.
Sementara, tanggal 17 Mei dipilih sebagai peringatan Hari Buku Nasional karena merupakan hari berdirinya Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada tanggal tersebut, tepatnya pada tahun 1980.
Hari Buku Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2023 juga merupakan perayaan ulang tahun ke-43 Perpustakaan Nasional.
Perpustakaan Nasional didirikan pada tanggal 17 Mei 1980 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0164/0/1980 yang ditandatangani oleh Dr. Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan saat itu.
Demikianlah penjelasan mengenai sejarah peringatan Hari Buku Nasional dan pemilihan tanggal 17 Mei.
Mari kita rayakan Hari Buku Nasional pada tanggal 17 Mei 2023 dengan membaca buku untuk meningkatkan minat literasi di Indonesia!***