Mediapriangan.com – Setiap tanggal 27 September diperingati hari bakti Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) Indonesia, atau Hari Bakti Postel.
Kantor Pos pertama didirikan oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746, di Batavia (sekarang Jakarta).
Sejak itulah pelayanan Kantor Pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.
Baca Juga: Film-film Korea Terpopuler, Akan Hadir di Korea Indonesia Film Festival 2022. Tiket Hanya Rp15 Ribu
Dilansir mediapriangan.com dari laman posindonesia.co.id, Pada 27 September 1945 Angkatan Muda PTT mengambil alih kekuasaan PTT dari militer Jepang.
Kemudian secara resmi berubah menjadi Jawatan PTT Republik Indonesia. Peristiwa tersebut diperingati menjadi hari bakti PTT atau hari bakti POSTEL.
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone).
Baca Juga: Jawara Singaparna Tumpah Ruah Padati Halaman Polres Tasikmalaya, Ini Alasannya
Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik.
Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).
Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).
Baca Juga: KIFF 2022 Siap Tayangkan Film Terbaik di 4 Kota, Intip 16 Judul Film Korea Indonesia
Sejarah PT Pos Indonesia
1746 - Kantor Pos Pertama